Radar Jember - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jember periode 2025-2026 resmi dikukuhkan di Pendapa Wahyawibawagraha pada Senin malam, (15/12).
Pengukuhan ini menandai dimulainya babak baru sinergi antara pemerintah daerah dengan pelaku industri kerajinan lokal dari lintas sektor.
Sebelumnya, Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Elestianto Dardak melantik serentak Ketua Dekranasda 33 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur untuk periode 2025-2030 pada 7 Maret 2025 di Surabaya.
Termasuk Ketua Dekranasda Jember Ghyta Eka Puspita.
Pada malam itu, Ning Ghyta, sapaan akrabnya, memimpin langsung jalannya pelantikan para pengurus dan anggotanya yang berasal dari berbagai elemen itu.
Mulai dari istri-istri pejabat teras pemkab, pengusaha lokal, profesional, akademisi, Himbara, BUMD, hingga kepala desa dan anggota DPRD Provinsi.
"Mari kita berbenah bersama untuk kemajuan Jember," kata perempuan yang juga Ketua TP PKK Jember ini, mengawali memberikan paparan.
Dalam amanatnya, ia mengajak para anggotanya untuk berbenah menjadi lebih baik dan mampu menampilkan wajah Jember dalam berbagai pameran.
Pihaknya berharap Dekranasda dapat memperkenalkan Jember ke kancah nasional, bahkan internasional, melalui produk-produk unggulan Jember.
"Alhamdulillah Jember untuk pertama kalinya dipercaya oleh Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional, Red) untuk menjalankan program pendidikan kecakapan wirausaha. Mudah-mudahan bisa membawa kemajuan untuk Jember," tambah Ning Ghyta.
Bupati Jember sekaligus Pembina Dekranasda Jember Muhammad Fawait dalam arahannya meminta pengurus Dekranasda tidak terjebak pada program seremonial dan rutinitas.
Namun, harus konkret dan berorientasi pada pengembangan UMKM.
Serta aktif menjalin sinergi dengan lintas sektor, seperti Bhayangkari, Persit, dan beberapa lainnya.
"Tidak usah muluk-muluk bikin program kerja yang melangit, tapi harus ada kerja sama yang konkret. Membantu mengembalikan kejayaan Jember agar bisa kembali menjadi pemimpin di ujung timur Pulau Jawa, dan di Tapal Kuda," harapnya.
Momen pengukuhan pengurus saat itu terasa istimewa dengan hadirnya pertunjukkan tari tradisional dan fashion show dari anak-anak muda mengenakan kostum yang penuh balutan kombinasi batik khas Jember.
Sementara, Kepala UPT. Aneka Industri dan Kerajinan Disperindag Provinsi Jatim Agus Budi Purnomo juga merapat ke lokasi, bersama para kepala OPD di lingkungan pemda.
Di akhir acara, dilakukan simbolis penyerahan bantuan mesin jahit dari Kemendikdasmen senilai total sekitar Rp 82,6 juta. (mau/c2/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh