Radar Jember – Hujan deras hingga mengakibatkan sungai banjir pada Senin (15/123) siang hingga sore menelan korban.
Nenek bernama Titik, 65, warga Dusun Tengah RT 002 RW 008, Desa/Kecamatan Kalisat, ditemukan tewas, Selasa (16/12).
Korban ditemukan di bawah pohon jambu, pinggir sungai Dusun Utara, RT 003 RW 023, Desa/Kecamatan Kalisat pada pukul 11.30.
Berdasar keterangan, korban hendak pulang dari kerja dengan berjalan kaki.
Saat itu hujan turun cukup deras sehingga terjadi luapan air di jalan yang dilalui korban.
Setiap hari korban pulang kerja melewati aliran sungai di utara rumahnya.
Hingga Senin (15/12) malam, korban tak kunjung pulang dari tempat kerjanya dan diduga kuat terseret banjir.
Kapolsek Kalisat Iptu Ika Mufid menyampaikan, keluarga korban bernama Budiono, 45, mengunggah foto neneknya lewat story HP agar yang menemukan menghubungi keluarga.
“Karena korban belum pulang hingga Selasa (16/12) pagi, keluarga bersama perangkat desa melakukan pencarian di sekitar sungai yang tidak jauh dari rumahnya. Selasa (16/12) sekitar pukul 11.30, ada kabar penemuan mayat seorang perempuan di sekitar sungai tepatnya dibawah pohon jambu,” ucapnya.
Pihaknya langsung menghubungi tim nakes Puskesmas, tim Inafis Polres Jember dan perangkat desa setempat ke lokasi.
Menurut Mufid, korban ditemukan pertama kali oleh Suyono, 54, warga Dusun Krajan I, Desa Patempuran, dan Misjono, 50, ulu-ulu Kalisat Utara yang sedang bekerja di sawahnya.
“Saat itu dua saksi sedang mengecek air di saluran dan menemukan korban sudah meninggal,” katanya.
Penemuan mayat itu dilaporkan ke RT setempat dan melaporkan ke piket Polsek Kalisat.
Setelah menerima laporan pihaknya bersama anggota dan tim nakes ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Untuk memastikan korban ini meninggal karena terseret arus banjir atau ada unsur lain langsung berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Jember.
“Keluarga korban setelah mengetahui korban ditemukan, enggan untuk dilakukan otopsi. Keluarga menerima kematian korban karena terseret arus saat menyeberang sungai dekat rumahnya. Keluarga korban juga sudah membuat surat pernyataan dan menerima dengan iklan kematian korban,” pungkasnya. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh