Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Turun Dini Hari ke Lokasi Banjir, Bupati Fawait Ultimatum Pengembang: Stop Bangun Perumahan di Bantaran Sungai!

Maulana RJ • Rabu, 17 Desember 2025 | 13:20 WIB
TURUN LANGSUNG: Bupati Jember Muhammad Fawait bersama Ning Ghyta meninjau banjir di perumahan Villa Indah Tegal Besar, Jember, Selasa dini hari (16/12).
TURUN LANGSUNG: Bupati Jember Muhammad Fawait bersama Ning Ghyta meninjau banjir di perumahan Villa Indah Tegal Besar, Jember, Selasa dini hari (16/12).

Radar Jember - Banjir yang menerjang sejumlah titik di Kabupaten Jember, Senin (15/13), menuai respons langsung dari Pendapa Wahyawibawagraha Jember.

Bupati Jember Muhammad Fawait turun langsung ke titik yang dilanda banjir.

Salah satunya di perumahan Villa Indah Tegal Besar, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember, sekitar pukul 01.00, Selasa (16/12).

Tidak sendiri, ia ditemani istri yang juga Ketua TP PKK Ghyta Eka Puspita, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Jember yang juga Ketua Baret Rescue David Handoko Seto, dan Anggota DPRD Provinsi Jatim Hermin.

Begitu tiba di lokasi, Gus Fawait, sapaan akrab dia, dibuat kaget dengan penampakan perumahan yang berada di bantaran Sungai Bedadung itu.

Jarak antara perumahan dengan Sungai Bedadung itu hanya dibatasi oleh tembok setinggi sekitar satu meter.

Sehingga, begitu Sungai Bedadung yang saat itu volume airnya cukup besar, seketika menggenangi rumah-rumah warga di sekitarnya.

"Saya baru tahu dan agak kaget, ternyata perumahan ini temboknya langsung berbatasan dengan sungai. Artinya ini jangan-jangan dibangun di bantaran sungai," katanya.

Gus Fawait juga sempat bertemu warga terdampak banjir dan mendengar keluh kesah mereka.

Lagi-lagi, ia mendapati fakta yang kurang membahagiakan bahwa banjir di sekitar perumahan itu bukan kali pertama.

Pada tahun 2021 juga pernah terjadi banjir serupa akibat luapan Sungai Bedadung hingga menggenangi puluhan KK di sekitar daerah aliran sungai.

"Tadi kalau kita lihat, itu langsung berbatasan dengan sungai, kalaupun kita tinggikan (temboknya), saya sempat nanya, apakah itu bisa menjamin, ini tidak akan terjadi lagi atau justru ke depannya malah ada korban jiwa," khawatirnya.

Lebih lanjut, Gus Fawait berencana menelusuri lebih jauh terkait rekam jejak perizinan dan segala hal yang menyertai tentang pembangunan perumahan di Jember.

"Kita tidak akan tinggal diam, saya akan mengumpulkan semua developer (pengembang perumahan) di Jember, kami ingin tau, lokasi-lokasi yang dibangun apakah itu bantaran sungai atau bukan, sehingga tidak terjadi lagi seperti hari ini," tegasnya.

Ia secara khusus menyoroti developer yang membangun di sekitar bantaran sungai, seperti Perumahan Villa Indah Tegal Besar yang didatanginya itu.

Tak hanya memanggil, Gus Fawait menyatakan pemerintah daerah akan mengambil tindakan tegas dan meminta pertanggungjawaban pihak pengembang.

"Kita akan panggil pihak developer, kejadian ini bukan murni karena soal irigasi, tapi ini murni karena letak perumahan yang berada di bantaran sungai (Bedadung). Kita juga akan minta gimana solusinya, kalau cuma ditembok saja, ya susah," katanya.

Gus Fawait juga mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan jajaran dan Pemrov Jatim.

Sebagai langkah tanggap bencana, Gus Fawait bersama rombongan saat itu juga menyerahkan bantuan logistik untuk warga terdampak banjir.

“Berikutnya, tentu ke depan kita harus memperbaiki saluran irigasi,” imbuh mantan anggota DPRD Jawa Timur itu. (mau/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Sungai Bedadung #Jember #banjir luapan #Gus Fawait