Radar Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menggandeng asosiasi dan biro perjalanan wisata untuk merancang paket trip wisata terintegrasi.
Hal itu menyusul melimpahnya destinasi pariwisata yang ada di Jember, tersebar dari pegunungan hingga pesisir selatan.
Rombongan dari lintas asosiasi, termasuk Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA), ASITA, dan APGI, melakukan kunjungan eksplorasi ke sejumlah destinasi wisata Jember selama dua hari penuh, Sabtu-Minggu (13-14/12).
Mereka tidak hanya meninjau lokasi, tetapi juga menjajal konsep paket wisata yang terintegrasi dengan penerbangan Jember–Bali.
Ketua DPW IINTOA Bali, Made Sabda, mengaku kagum dengan potensi Jember yang belum dimiliki Bali.
“Potensi pasar wisata Jember luar biasa. Perkebunan kopi, Puslit Kopi dan Kakao, hingga Pantai Papuma, ini luar biasa,” ujarnya.
Rombongan juga mengunjungi pusat oleh-oleh kota Jember, melihat proses pembuatan produk lokal seperti prol tape.
Selain itu mereka juga berkunjung ke Perkebunan Gunung Pasang yang melihat langsung proses sadap karet, dan menikmati senja di Pantai Papuma.
Mereka juga beraudiensi di Pendapa Wahyawibawagraha bersama Bupati Jember dan menjadi penutup rangkaian kegiatan.
Made menyarankan pemerintah daerah menyiapkan paket trip yang menarik dan menggencarkan promosi.
“Banyak kelebihan di Jember yang tidak ada di Bali. Kami bisa kombinasikan tour di Bali dengan Jember. Tinggal promosinya digencarkan,” katanya.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyambut baik kunjungan ini. Ia memastikan Pemkab akan mendukung penuh pengembangan paket trip wisata terintegrasi.
Terlebih, dengan dibukanya dua rute penerbangan dari Bandara Notohadinegoro ke Jakarta dan Bali, promosi akan ditingkatkan sepanjang 2026.
“Potensi pariwisata kita di Jember eman kalau tidak dimanfaatkan. Dari pegunungan, produk unggulan, sampai pantainya, semua akan dikembangkan untuk menarik wisatawan. Termasuk menurunkan harga tiket ke Pantai Papuma,” pungkas Gus Fawait. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh