KALIWATES, Radar Jember - Pemkab Jember mengambil langkah strategis yang berfokus pada pendidikan sebagai solusi jangka panjang untuk mempercepat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Hal ini ditegaskan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, yang mengumumkan rencana pengguliran program kejar paket secara masif mulai tahun 2026.
Gus Fawait, mengemukakan bahwa prioritas anggaran di tahun 2026 akan tetap berpusat pada penanggulangan kemiskinan, yang dipecah dalam strategi jangka pendek, menengah, dan panjang.
Nah, salah satu strategi jangka panjang itu, kata dia, diarahkan pada jalur pendidikan.
“Makanya program beasiswa Pemkab kita lanjutkan, kita juga ada program untuk kejar paket, tujuannya apa? Untuk mendorong IPM kita di sektor pendidikan,” katanya, saat ditemui (7/12).
Dalam data, IPM Jember cukup menunjukkan percepatan signifikan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IPM Kabupaten Jember pada tahun 2025 telah mencapai 71,57, meningkat dari 69,20 di tahun 2021. Angka ini menempatkan status pembangunan manusia Jember di level “tinggi” sejak 2023.
Gus Fawait menilai program kejar paket itu secara langsung memengaruhi komponen perhitungan IPM, yang dihitung berdasarkan tiga dimensi, di mana salah satunya adalah dimensi pengetahuan yang diukur dari harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah bagi penduduk berusia 25 tahun ke atas.
“IPM itu adalah yang dihitung lama pendidikan, dihitung orang yang berusia 25 tahun ke atas. Makanya perlunya program kejar paket ini dimasifkan,” jelasnya.
Ia menyakini, dengan menggenjot program kejar paket di tahun 2026, dapat meningkatkan rata-rata lama sekolah penduduk usia produktif, yang pada akhirnya akan mengakselerasi peningkatan IPM secara keseluruhan.
“Harapannya tahun depan kita terus dorong sektor pendidikan, kita Insyaallah angka IPM kita bisa lebih baik lagi,” imbuhnya. (mau/nur)
Editor : M. Ainul Budi