JEMBER LOR, Radar Jember – Transformasi pendidikan jadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Jember. Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember menggelar program penguatan kepala sekolah dan pengawas selama empat hari sebagai langkah awal memperkuat kualitas layanan pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung pada 9–12 Desember di Aula Dispendik itu melibatkan ratusan kepala sekolah dan pengawas.
Plt Sekretaris Dispendik Jember M. Rido’i menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat peran kepala sekolah dan pengawas dalam mendukung transformasi pendidikan yang dicanangkan Bupati Jember Muhammad Fawait.
Seluruh peserta, mulai dari jenjang TK hingga SMP, dibekali pemahaman tentang tugas strategis masing-masing.
Rido’i menekankan pentingnya kesiapan semua unsur sekolah dalam menjalankan program ini.
“Tujuannya agar setiap kepala sekolah dan pengawas memahami perannya untuk memajukan pendidikan di Jember supaya transformasinya berjalan lebih baik,” ujarnya.
Kegiatan yang diikuti oleh total 677 peserta ini dibagi berdasarkan jenjang pendidikan. Pada hari pertama, pelatihan diikuti 82 kepala TK dan 50 kepala SD, kemudian disusul 250 kepala SD negeri dan swasta pada hari kedua.
Hari ketiga diperuntukkan bagi 250 kepala SMP negeri dan swasta, dan hari terakhir melibatkan 45 pengawas serta penilik TK, SD, dan SMP.
“Ini bagian dari peningkatan kapasitas agar satuan pendidikan benar-benar siap,” kata Rido’i.
Ia mengatakan, salah satu fokus utama kegiatan ini adalah mendorong implementasi pendidikan inklusif di satuan pendidikan.
Setiap kepala sekolah dan pengawas didorong memahami bagaimana sekolah dapat mengakomodasi potensi dan kebutuhan peserta didik yang berbeda-beda di wilayah masing-masing.
Program ini disebut akan berjalan bertahap dengan penunjukan beberapa sekolah sebagai pilot project.
“Akan ada sekolah percontohan yang mendapat pendampingan langsung dari Dispendik dan pengawas,” terangnya.
Pendampingan tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh praktik belajar yang lebih mendalam dan relevan. Rido’i menegaskan, gagasan transformasi pendidikan ini sejalan dengan arah kebijakan daerah belajar yang selama ini dikembangkan pemerintah.
Sekolah-sekolah percontohan nantinya akan dilibatkan lebih dekat dalam perubahan pola pembelajaran menuju transformasi pendidikan.
Ia memastikan program ini tidak bertentangan dengan Kurikulum Merdeka maupun pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM).
Justru, penguatan kapasitas kepala sekolah dan pengawas dianggap mampu mempertajam implementasi kedua konsep tersebut di tingkat satuan pendidikan.
“Harapannya, kualitas pembelajaran dapat meningkat secara konsisten di seluruh sekolah. Karena program ini justru memperkuat pembelajaran sehingga pelaksanaannya jadi lebih fokus dan tepat sasaran,” pungkasnya. (kin/nur)
Editor : M. Ainul Budi