Radar Jember - Di tengah ramainya rencana penurunan tiket masuk Papuma yang pernah disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait, juga muncul wacana kemungkinan penyatuan tiket Pantai Watu Ulo dan Papuma.
Di samping pihak pengelola Papuma masih perlu waktu mengkaji itu semua.
Keindahan Pantai Papuma tak pernah kehilangan pesonanya.
Di tengah debur ombak dan hamparan pasir putih yang menjadi magnet wisatawan, muncul harapan baru terkait rencana penyatuan Papuma dan Watu Ulo sebagai destinasi terpadu.
Wacana ini tak hanya memunculkan antusiasme publik, tetapi juga membuka peluang penyesuaian harga tiket yang dinilai dapat memperluas akses wisata bagi masyarakat.
Assistant Manager Site Pantai Papuma Adi Suponco menyampaikan bahwa proses koordinasi antara pimpinan pusat PT Palawi dan Pemkab Jember hingga kini masih berjalan.
“Kami di lapangan menunggu hasil pembahasan. Apa pun keputusan pimpinan dan pemkab, kami siap mendukung,” ujarnya.
Terkait wacana penurunan harga tiket, Ponco menilai perlunya perhitungan lebih matang karena berkaitan langsung dengan biaya operasional.
Saat ini, Papuma mengandalkan lima petugas keamanan serta 16 tenaga lain yang bekerja di loket, kebersihan, hingga SAR laut.
Menjaga kebersihan kawasan juga menjadi perhatian utama.
“Setiap Jumat kami jadwalkan kerja bakti bersama untuk menjaga Papuma tetap bersih,” tuturnya.
Meski demikian, Ponco optimistis bahwa penyatuan dua destinasi unggulan tersebut, bila dibarengi kebijakan harga yang tepat, dapat mendongkrak jumlah kunjungan.
Tidak hanya wisatawan lokal, tetapi juga pelancong dari luar daerah.
“Terlebih Jember sudah terhubung dengan Jakarta dan Bali melalui jalur penerbangan,” ujarnya. (yul/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh