Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mendung Biasa, Banjir Luar Biasa: Air Kiriman dari Hulu Rusak Jembatan Karangbayat Jember hingga Tak Bisa Dilalui

Jumai RJ • Jumat, 12 Desember 2025 | 13:20 WIB
DIPASANG PORTAL: Petugas Polsek Sumberbaru memasang portal dari potongan kayu agar pengendara dilarang melintas saat banjir datang.
DIPASANG PORTAL: Petugas Polsek Sumberbaru memasang portal dari potongan kayu agar pengendara dilarang melintas saat banjir datang.

Radar Jember – Musim hujan di Jember belum selesai. Potensi hujan deras, berikut terjadinya banjir masih mungkin terjadi.

Untuk itu, perlu peningkatan kewaspadaan penguatan mitigasi bencana.

Di Desa Karangbayat dan Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, sempat terjadi banjir, Senin (8/12) sore lalu.

Saat itu, jembatan di lokasi rusak dihantam banjir.

Nah, Rabu (10/12) hingga malam, sungai setempat kembali banjir, sekalipun di desa itu tidak hujan.

Ternyata, banjir datang dari hulu, karena di bagian hulu hujan lebat.

Jembatan hasil swadaya masyarakat di Dusun Genjit dengan Dusun Krajan, Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru, rusak karena terkena gelondongan kayu hutan.

"Air di Sungai Genjit dari dulu tiba-tiba datang cukup besar dengan membawa material potongan kayu kering dan pohon yang roboh di pinggir sungai," kata Hasan, warga sekitar jembatan.

Banjir susulan yang terjadi Rabu (10/12) sore hingga malam itu pun datang secara tiba-tiba.

Ini karena di bagian hulu hujan cukup lebat.

"Padahal di wilayah Karangbayat tidak hujan, tetapi air sungai bercampur lumpur datang seketika," kata warga sekitar.

Setiap harinya, sungai itu, oleh sebagian warga masih pakai warga sekitar untuk mandi dan mencuci.

“Beruntung saat air datang secara tiba-tiba tidak ada korban,” kata Hasan.

Menurutnya, kerusakan jembatan tersebut, selain dihantam banjir juga rusak karena balok kayu banyak yang menghantam jembatan dan tersangkut di bawah jembatan.

Akibatnya jembatan sepanjang 80 meter hasil swadaya masyarakat rusak.

“Banjir susulan kedua ini besar, tetapi tidak ada kayu yang hanyut seperti banjir pertama,” ucapnya.

Agar tidak ada pengendara sepeda motor yang melintas di atas jembatan, petugas Polsek Sumberbaru memasang portal dari kayu.

Ini dilakukan agar warga waspada karena air sungai bisa meluap sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi sebelumnya.

Seperti yang terjadi kemarin, tiba-tiba banjir, sekalipun di Karangbayat tak hujan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, beberapa anggota Polsek Sumberbaru datang bersama perangkat desa ke lokasi termasuk Camat Sumberbaru dan Plt Kasipem Sumberbaru.

Hal ini agar pengendara sepeda motor saat sungai banjir tidak melintas di atas jembatan.

Karena bagian pengaman jembatan rusak setelah dihantam banjir yang membawa potongan kayu dan rumpun bambu dari hulu. (jum/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Banjir