Radar Jember - Terjadinya banjir susulan di Desa Pakis, Kecamatan Panti, merusak bronjong dan cempolong saluran air yang mengalir ke persawahan.
Jika ini tak segera diperbaiki, maka sekitar 8 hektare sawah petani terancam kekeringan alias tak teraliri air.
Hingga kemarin, warga bersama petani yang sawahnya terdampak belum bisa melakukan perbaikan bronjong yang berantakan akibat banjir.
Ini karena air sungai masih besar, sehingga saluran irigasi yang mengairi persawahan sekitar 8 hektare belum bisa dialiri air dari Sungai Petung.
Kepala Desa Pakis Zaini mengatakan awalnya saluran yang bagian hulunya hancur akibat banjir sebulan yang lalu dan sudah diperbaiki.
Namun, kerusakan akibat banjir susulan kemarin, belum sempat diperbaiki.
“Karena menunggu air sungai kecil. Sehingga, untuk sementara sawah seluas 8 hektare belum bisa teraliri air,” ucapnya.
Rencananya, begitu air surut akan dilakukan kerja bakti dengan memperbaiki bronjong dan cempolong yang tertutup batu. Hanya saja warga sekitar mulai membersihkan saluran yang tertutup sampah.
Untuk perbaikan bronjong dan cempolong nanti setelah air sungai surut.
Pihaknya berharap agar Dinas PUBMSDA Jember melakukan normalisasi.
Sebab, warga sekitar khawatir terjadi banjir susulan yang lebih besar.
Pemerintah desa juga berharap agar Pemerintah daerah atau provinsi memperhatikan dengan melakukan normalisasi Sungai Petung, Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari.
“Dampak terjadinya banjir bandang ini membuat khawatir dan mengancam warga Desa Pakis, Kecamatan Panti,” pungkas Zaini. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh