Radar Jember - Penyusunan Desain Olahraga Daerah (DOD) Jember memasuki tahap final.
Setelah lebih dari satu bulan melakukan survei dan pemetaan ekosistem keolahragaan, tim DOD Unesa menyatakan seluruh data yang dibutuhkan sudah terpenuhi.
Mulai peta sebaran cabor potensial, kapasitas SDM kepelatihan, kondisi fasilitas, hingga pola pembinaan di klub dan sekolah telah direkap sebagai dasar rancangan alur karier atlet Jember.
Kadispora Jember Edy Budi Susilo menyampaikan, dalam pengumpulan data, tim penyusun DOD tidak hanya menyasar atlet maupun cabor di bawah KONI Jember, tetapi juga sekolah, perguruan tinggi, hingga berbagai komunitas.
Dari pengumpulan data itu muncul gambaran utuh soal jalur pembinaan yang selama ini masih terputus, terutama pada transisi dari jenjang pelajar menuju senior.
“Data itu nanti akan menjadi fondasi bagi penyusunan alur karier atlet yang lebih terstruktur, mulai talent identification, pembibitan, pembinaan, hingga manajemen prestasi,” katanya.
Pada Senin (15/12) mendatang, tambah Edy, tim DOD Unesa dijadwalkan kembali ke Jember untuk bertemu insan olahraga, pengurus cabor, akademisi, serta perwakilan pelatih.
Forum tersebut menjadi ajang penyampaian hasil survei sekaligus penjelasan lengkap rancangan DOD.
“Nanti hasilnya akan dipaparkan, mulai dari rekomendasi teknis seperti peta prioritas cabor unggulan, kebutuhan sarpras, standardisasi pelatih, sampai skenario pembinaan jangka panjang,” jelasnya.
Lebih jauh, Edy juga menyebut rancangan tersebut nantinya akan menjadi dasar penyusunan perbup yang mengatur arah pembangunan olahraga daerah.
Perbup itu tak hanya menyasar peningkatan prestasi atlet, tetapi juga penguatan budaya olahraga di masyarakat.
“Jadi bukan hanya soal atlet elite. Ekosistem olahraga masyarakat juga nanti masuk penataan,” ujarnya.
Dia menambahkan, Pemkab Jember sebenarnya sudah memulai langkah awal lewat Program Olahraga Sore Bersama (Osma) yang berjalan sejak tahun ini.
Program tersebut hadir untuk meningkatkan kebugaran warga sekaligus menawarkan pola hidup sehat yang mudah diakses.
Menurutnya, keberadaan Osma akan melengkapi desain pembangunan olahraga yang sedang disusun tim Unesa sehingga pembinaan atlet dan olahraga masyarakat berjalan paralel dengan olahraga prestasi.
“Harapannya rekomendasi yang nantinya diberikan bisa kami eksekusi dengan baik,” pungkasnya. (yul/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh