Radar Jember – Prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan pada Desember ini masih musim hujan.
Untuk itu, peningkatan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem perlu dilakukan.
Termasuk waspada akan kemungkinan terjadinya banjir.
Intensitas hujan yang terjadi di wilayah Jember dalam sebulan terakhir cukup banyak membuat banjir genangan, pohon tumbang, berikut rumah rusak.
Banjir juga sempat terjadi di Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru, dan membuat jembatan sepanjang 80 meter rusak parah, Senin (8/12).
Jembatan yang rusak itu dulunya merupakan hasil swadaya masyarakat yang tinggal di Dusun Genjit dengan Dusun Krajan, Desa Karangbayat.
Hujan deras sejak Senin (8/12) siang hingga sore mengakibatkan banjir sekitar pukul 16.00 hingga malam. Membuat jembatan dengan lebar 1,2 meter tersebut rusak parah.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi, banjir Sungai Genjit tersebut juga membawa potongan kayu dari hulu.
Rusaknya pagar pengaman jembatan sebagian besar akibat terhantam kayu besar dan potongan bambu yang hanyut terbawa banjir.
Di lokasi, tumpukan kayu juga masih terlihat menyumbat di bawah jembatan.
"Banjir dari hulu itu bercampur lumpur dengan membawa potongan kayu yang roboh dan terseret banjir. Sehingga kayu yang menyumbat di jembatan yang mengakibatkan air meluap hingga naik di atas jembatan,” kata Hasan, 50, warga sekitar jembatan.
Menurutnya, jembatan hasil swadaya masyarakat itu dulunya dibuat agar akses warga lebih dekat.
“Kalau lewat jalan desa jaraknya terlalu jauh dan jalannya memutar,” imbuh Hasan.
Selain memorak-porandakan pagar jembatan, saluran air bersih juga banyak yang raib.
Akibatnya, saluran pipa besi yang mengalirkan air bersih dari pipa besi ke rumah warga terputus.
Penting diketahui, jembatan itu dibangun pada tahun 2007 – 2008, dan pernah dilakukan perbaikan pada 2017.
Perbaikan terakhir dilakukan tahun 2023.
"Semoga saja tidak terjadi hujan besar lagi karena di bawah jembatan masih ada kayu yang menyumbat. Kalau banjir lagi dan membawa kayu besar, jembatan terancam putus," ucapnya.
Warga juga berharap agar jembatan hasil swadaya masyarakat yang rusak akibat dihantam banjir itu menjadi perhatian pemerintah desa hingga kabupaten. (jum/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh