Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Coffee Tape Latte Lahir di Klungkung, Kreasi Kopi-Tape yang Diklaim Siap Jadi Ikon Baru Wisata Gastronomi Jember

Yulio Faruq Akhmadi • Selasa, 9 Desember 2025 | 13:55 WIB
KREATIF: Mahasiswa Program Magister STIPRAM Yogyakarta, Inosensius Bebok, membuat coffee tape latte bersama para pemuda di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi.
KREATIF: Mahasiswa Program Magister STIPRAM Yogyakarta, Inosensius Bebok, membuat coffee tape latte bersama para pemuda di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi.

Radar Jember - Aroma kopi panas perlahan memenuhi udara pagi di sudut Balai Desa Klungkung.

Di atas meja kayu sederhana, beberapa pemuda berkumpul sembari memperhatikan seorang mahasiswa meracik sesuatu yang tak biasa.

Bukan sekadar latte. Bukan pula kopi susu kekinian.

Di gelas bening itu, warna cokelat lembut berpadu dengan tekstur halus tape singkong, menciptakan tampilan yang mengundang penasaran.

Begitulah awal dikenalkannya coffee tape latte, inovasi baru yang lahir dari kolaborasi warga Desa Klungkung dengan mahasiswa Program Magister STIPRAM Yogyakarta, Inosensius Bebok.

Minuman ini memadukan kopi robusta lokal yang selama ini menjadi kebanggaan desa dengan tape fermentasi, bahan kuliner tradisional yang melekat pada identitas Jember.

Inosensius menjelaskan, racikan ini sengaja diciptakan untuk menjembatani cita rasa lokal dan tren minuman modern.

“Karakter tape yang manis-asam memberikan pengalaman rasa yang berbeda. Creamy dari susu, manis alami tape, dan aroma kopi desa ini membuatnya unik,” ujarnya.

Bukan hanya soal rasa, coffee tape latte juga diklaim membawa manfaat kesehatan.

Tape sebagai hasil fermentasi mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan, sementara susu memberi asupan kalsium.

Kombinasi itu menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan pada minuman berbasis kopi lainnya.

“Probiotik dari tape bisa membantu meredakan gangguan pencernaan. Jadi ini bukan sekadar minuman enak, tapi juga menyehatkan,” tambahnya.

Lebih jauh, pengembangan Coffee Tape Latte dirancang sebagai bagian dari upaya membangun wisata gastronomi berkelanjutan di Jember.

Dengan memakai bahan lokal, warga tidak hanya memperkuat ekonomi kreatif desa, tetapi juga menjaga keberlangsungan kuliner tradisional agar tetap relevan bagi generasi muda dan wisatawan.

“Inovasi ini mengangkat produk desa menjadi bagian dari wisata kuliner modern, menarik wisatawan, sekaligus tetap ramah lingkungan,” kata Inosensius.

Kini, coffee tape latte disebut-sebut siap menjadi ikon baru gastronomi Jember.

Perpaduan dua unsur berbeda, kopi dan tape menawarkan cerita baru tentang kreativitas masyarakat desa.

Sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi Klungkung.

Dari sebuah eksperimen sederhana di pagi hari, Jember pun mendapat warna baru di peta wisata kulinernya. (yul/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #inovasi kopi #Latte #tape #Gastronomi #kopi kekinian #Kopi