Radar Jember - Rencana pembangunan flyover di Simpang Empat Mangli mulai menunjukkan progres nyata.
Upaya ini disebut sebagai langkah penting untuk mengurai kemacetan yang terus terjadi setiap hari.
Uji tanah pun dilakukan sebagai tahap awal sebelum proyek besar ini digarap.
Pengujian tanah dilakukan di dua ruas jalan utama, yakni di Jalan Brawijaya dan Jalan Hayam Wuruk.
Pengambilan tanah berlangsung sejak 23 November hingga 14 Desember 2025.
Namun di lokasi, pengerjaannya lebih cepat karena pengeboran sudah mencapai titik terakhir.
Pekerja konstruksi, Tholib ,mengatakan, total ada sepuluh lokasi pengeboran yang diambil sampelnya untuk kebutuhan analisis konstruksi.
“Jarak antartitik lokasi pengambilan 38 meter. Kami sudah berada di titik akhir uji tanah dan perkiraannya bisa selesai sebelum jadwal,” ujarnya
Proses pengeboran dilakukan dengan menembus lapisan aspal dan tanah hingga kedalaman 30 meter.
Menurut Tholib, kegiatan berlangsung tanpa kendala berarti, kecuali ketika hujan turun sehingga pekerjaan dihentikan sementara.
Pengeboran dilakukan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00, menyesuaikan kondisi lapangan dan keselamatan pekerja.
“Kalau hujan turun, kami berhenti dulu demi keamanan,” katanya.
Di lokasi setidaknya ada 12 pekerja yang terlibat dalam tahapan ini, termasuk tenaga ahli yang memastikan setiap proses berjalan sesuai standar teknis.
Uji sampel tanah bertujuan mengetahui karakteristik dan kekuatan tanah sebelum perencanaan struktur flyover dimulai.
Data itu menjadi dasar untuk merancang konstruksi yang aman, stabil, dan berumur panjang.
Tahap uji tanah ini menjadi pintu awal dari rangkaian panjang pembangunan flyover Mangli.
Setelah pengambilan tanah, selanjutnya uji lab. Namun hasil uji lab itu masih belum keluar.
Analisis ini nantinya digunakan untuk menentukan desain konstruksi yang paling tepat, termasuk daya dukung tanah dan kebutuhan struktur tambahan.
“Ini masih tahap awal sebelum pekerjaan besar dimulai agar kualitas konstruksinya terjamin,” tutur Tholib.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, pembangunan flyover atau underpass di Simpang Empat Mangli memang menjadi salah satu prioritas ke depan.
Itu sebagai langkah strategis untuk mengurai kemacetan.
Hal itu ia sampaikan dalam Apel Kepemudaan Generasi Penerus, akhir November lalu.
"Untuk mengurai kemacetan menuju kota, saya telah mengusulkan pembangunan flyover atau underpass di perempatan Mangli, Kaliwates. Saat ini sedang dilakukan pengujian tanah di lokasi. Pembangunan ekosistem ekonomi harus berjalan seiring dengan kecepatan yang luar biasa,” ujarnya. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh