Radar Jember - Rencana pemerintah daerah yang akan memugar kawasan Jalan RA Kartini hingga Alun-Alun Jember, menjadi pusat wisata kuliner atau food street, sempat menuai sorotan.
Meski begitu, Pemkab Jember akan tetap meneruskan pembangunan pelebaran trotoar di kawasan itu.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut rencana ini bukan saja menjanjikan peningkatan aktivitas keramaian, namun juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang strategis.
Di lokasi itu, katanya, sekaligus akan menjadi motor penggerak bagi UMKM setempat.
"Food Street adalah salah satu solusi untuk memunculkan pusat keramaian baru, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru," kata Gus Fawait, sapaan akrabnya, di acara Gus'e Menyapa, di Alun-Alun Rambipuji, Minggu (7/12).
Dia pun menyampaikan konsep wisata kuliner di malam hari dengan ikon-ikon kota besar lain.
Seperti Kota Lama Surabaya, Kayutangan Malang, atau Malioboro Yogyakarta.
Rencananya, kawasan ini akan dikembangkan dari Stasiun Jember, melewati Jalan Kartini, hingga ke area Matahari atau Blok M.
Namun, rencana Food Street ini justru menuai sorotan tajam dan resistensi dari sejumlah lapisan masyarakat Jember.
Respons ini tidak hanya berupa perbincangan, bahkan memuncak menjadi penggalangan petisi yang berisi desakan kepada pemerintah daerah untuk mengkaji ulang rencana tersebut.
Meski begitu, Gus Fawait menegaskan inisiatif ini telah melalui komunikasi intensif.
Ia meyakini tidak ada hal yang membahayakan, menyulitkan, atau akan memunculkan masalah di kemudian hari.
"Insyaallah, nanti kalau sudah bagus, baru nanti kaget semua dan banyak yang minta nanti," pungkasnya. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh