Radar Jember - Lonjakan kebutuhan energi jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) mulai diantisipasi lebih awal.
Permintaan LPG dan BBM biasanya meningkat di periode ini.
Oleh karena itu, langkah pengamanan pasokan kembali dipertegas.
Upaya antisipatif juga dilakukan dengan membentuk satuan tugas khusus.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) wilayah Besuki Ikbal Wilda Fardana, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan satgas untuk menjamin kelancaran distribusi energi di semua daerah.
Satgas ini memastikan ketersediaan stok tetap stabil hingga libur panjang berakhir.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat harus dilayani tanpa hambatan, termasuk bila terjadi lonjakan permintaan mendadak.
“Kami sudah bentuk satgas untuk menjamin ketersediaan stok BBM dan LPG bagi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Menurut Ikbal, kondisi LPG sejauh ini tidak menunjukkan tanda-tanda kelangkaan.
Justru musim hujan membuat konsumsi dari kalangan UMKM menurun dibanding hari-hari normal.
Aktivitas usaha yang melambat ikut memengaruhi distribusi gas 3 kilogram di tengah masyarakat.
“Sejauh ini untuk LPG tidak ada keluhan, dan cuaca hujan memang memengaruhi permintaan LPG 3 kilogram,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ketika hujan turun, aktivitas masyarakat melemah dan perputaran ekonomi kecil menurun.
Banyak pelaku UMKM memilih mengurangi produksi karena sepinya pembeli.
Dampak dari pola konsumsi itu membuat permintaan LPG ikut melandai.
“Saat hujan, aktivitas menurun dan permintaan LPG dari UMKM juga ikut turun,” kata politisi PPP Jember tersebut.
Sementara itu, stok BBM di SPBU disebut masih aman hingga akhir tahun.
Meski begitu, pola pembatasan pembelian bio solar sudah diterapkan guna menjaga distribusi tetap terkendali.
Sedangkan BBM jenis pertalite dan pertamax masih belum dibatasi karena pasokan dinilai cukup stabil.
“Untuk BBM stok aman, hanya biosolar yang diberlakukan pembatasan di setiap SPBU,” terangnya.
Ikbal kembali mengingatkan masyarakat agar menggunakan LPG bersubsidi sesuai aturan.
Gas 3 kilogram hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu yang berhak menerima manfaatnya.
Pengawasan ini penting agar distribusi tetap tepat sasaran selama masa liburan.
“Peruntukan LPG 3 kg bersubsidi adalah untuk rumah tangga, UMKM, nelayan sasaran, dan petani sasaran,” pungkasnya. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh