Radar Jember - Anggota Komisi C DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo, mengatakan, serapan anggaran per awal November baru berada di kisaran 50 persen.
Hal itu tersampaikan pada rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), bulan lalu.
Menurutnya, ada banyak tantangan yang sedang dihadapi. Salah satunya pengerjaan di akhir tahun yang terkendala cuaca saat proyek berlangsung.
Situasi ini membuat peluang penyelesaian proyek menjadi semakin kecil, terutama untuk mengejar target maksimal.
“Kami agak pesimis anggaran OPD bisa terserap optimal dalam situasi cuaca seperti ini,” ujarnya.
Edi menyebut target ideal memang 100 persen, tetapi kondisi di lapangan menunjukkan hal itu tidak realistis.
Ia menyebut adanya dinamika teknis dan manajerial seperti perencanaan yang tidak matang, serta HPS atau nilai perkiraan proyek yang kerap tidak sesuai.
Meski begitu, pihaknya mendorong agar Pemkab tetap berupaya mengejar minimal 90 persen serapan.
“Sejak awal kami sudah mengingatkan agar perencanaan tahun berjalan tidak molor, namun faktanya selalu terulang dari tahun ke tahun,” kata Edi.
Rekomendasi DPRD pun cukup tegas. Dia meminta serapan anggaran segera dioptimalkan, terutama dengan mendorong rekanan pelaksana untuk bergerak cepat.
Mereka menyayangkan jika anggaran yang sudah dialokasikan justru kembali menjadi Silpa, padahal bupati menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur.
“Evaluasi tahun 2026 harus benar-benar menjadi momentum agar kesalahan lama tidak terulang,” tegas politisi PDIP Jember ini.
Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto, juga menyoroti serapan anggaran yang rendah di OPD-OPD mitra kerjanya.
Ia mencontohkan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro yang hingga awal November baru menyerap 23 persen dari total anggarannya.
Kondisi ini menunjukkan lemahnya perencanaan sekaligus lambatnya eksekusi program yang seharusnya menyentuh langsung masyarakat.
“Serapan yang rendah mencerminkan lemahnya perencanaan dan bisa memperbesar Silpa, padahal program itu mestinya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh