Radar Jember - Pertemuan Bupati Jember Muhammad Fawait dengan para Ketua RT/RW dan perangkat desa se-Kecamatan Bangsalsari, menjadi forum keluhan yang menyinggung sejumlah anomali dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Warga pun menuntut keadilan agar orang yang sudah mampu tidak diberi BLT.
Ketua RW 20 Desa Bangsalsari, Wahid, menuntut adanya pembaruan data penerima.
Ia mengeluhkan banyaknya warga miskin sejati yang terabaikan dari daftar penerima.
"BLT itu sudah lama. Banyak yang tidak menerima dan sering berkeluh kesah ke saya. Mulai zaman SBY sampai sekarang tidak dapat," keluhnya.
Fenomena adanya warga beraset, bahkan memiliki mobil, namun masih tercatat sebagai penerima BLT, telah lama menjadi gunjingan publik yang kini ditanggapi serius oleh pemerintah daerah.
Bupati Fawait merespons keluhan itu dan memastikan akan ada pembaruan data BLT.
Meski begitu, ia meminta partisipasi aktif masyarakat untuk memastikan bantuan benar-benar jatuh ke tangan yang berhak, yakni yang termasuk kategori miskin ekstrem.
Gus Fawait, mengemukakan bahwa kanal aduan Wadul Guse akan menjadi wadah pengawasan dan menindaklanjuti terkait anomali program BLT tersebut.
"Bantu kami melalui Wadul Gus'e. Misal menemukan ada penerima bantuan tapi punya mobil di rumahnya. Foto saja, lalu kirim ke Wadul Gus'e. Akan kami tampung dan di-update," tegasnya. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh