Radar Jember – Kesuksesan tak lagi hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga oleh bakat dan prestasi nonakademik.
Oleh karena itu, sekolah dituntut mampu mengarahkan dan mendukung potensi siswanya agar berkembang optimal.
Kepala SMAN 1 Jember Suryadi, menuturkan, sebagai salah satu sekolah tertua di Jember, Smasa Jember sejak lama dikenal kuat dalam tradisi akademiknya.
Namun menurutnya sekolah tidak boleh berhenti pada capaian itu saja.
“Perkembangan zaman sekarang saya lihat banyak siswa yang suksesnya justru bukan dari nilai akademik, makanya kami harus terbuka dengan potensi nonakademik yang dimilik siswa,” katanya.
Kendati demikian, dukungan terhadap prestasi nonakademik tetap harus diimbangi tanggung jawab akademik.
Menurutnya, prestasi luar sekolah tidak boleh mengganggu performa belajar.
“Prestasi boleh di mana saja, tapi akademik tetap nomor satu,” tegasnya.
Dia mencontohkan salah satu siswanya, Laura Sabrina Hardianthi, yang memiliki bakat kuat di bidang modeling dan baru saja menjuarai ajang pageant tingkat nasional bertajuk Putri Inspirasi Remaja.
Laura dinilai mampu menjaga keseimbangan antara sekolah dan pengembangan minatnya.
“Baik itu prestasi nonakademik atau akademik, pasti mengharumkan nama sekolah apalagi tingkatnya nasional, ini harus didaftarkan ke Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional, Red),” katanya
Lebih jauh, Suryadi menyebut sekolah menyediakan ruang seluas-luasnya bagi siswa yang ingin berkembang, termasuk membantu perizinan kegiatan, mencarikan kompetisi, hingga mendampingi prosesnya.
“Intinya setiap siswa yang punya potensi harus difasilitasi, termasuk mendorong untuk belajar di luar sekolah kalau dibutuhkan,” pungkasnya. (yul/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh