Radar Jember - Kawasan jantung Kota Jember kembali ditata.
Pemkab Jember memulai pelebaran trotoar Jalan Kartini sebagai fondasi kawasan street food.
Program ini diharapkan menggerakkan perekonomian sekaligus menambah ruang publik yang nyaman.
Pekerjaan ini menelan anggaran APBD 2025 senilai Rp 2,7 miliar.
Jalan RA Kartini berada di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates.
Meski lebar, jalan ini dikenal cukup padat. Apalagi saat jam keberangkatan-kepulangan pekerja dan siswa, serta akhir pekan.
Sebab, sepanjang jalan ini terdapat bangunan sekolah, rumah ibadah, instansi pemerintah, hingga Panti Siwi.
Pengerjaan trotoar dilakukan dari perempatan Polres ke arah utara.
Dimulai sejak 24 November, pekerjaan ditargetkan rampung pada 30 Desember.
Namun diharapkan pekerjaan selesai sebelum tenggat waktu.
Perbaikan fisik diprioritaskan agar kawasan dapat segera dipakai untuk aktivitas masyarakat.
“Kami minta kalau bisa sebelum itu sudah selesai,” ujar Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRPKCK) Nurul Hafid Yasin.
Dimensi trotoar juga mengalami penyesuaian dari rencana awal.
Sisi barat yang sebelumnya direncanakan tiga meter kini diperlebar menjadi 2,4 meter.
Di sisi timur, pelebaran dilakukan hingga kurang lebih 5,1 meter, sedikit di bawah rencana enam meter.
Penyesuaian ini dilakukan berdasarkan kondisi lapangan dan keberadaan pohon pelindung di sepanjang jalan.
“Yang kami lebarkan hanya melebihi sedikit dari pohon-pohon di pinggir jalan,” kata Hafid.
Koordinasi lintas lembaga juga ditempuh agar pekerjaan berjalan lancar.
Pihaknya telah berkomunikasi dengan PDAM Tirta Pandalungan serta pengelola sekolah, gereja, dan Panti Siwi yang berada di koridor Jalan Kartini.
Mereka memastikan utilitas dan aktivitas warga tidak terganggu selama proses konstruksi.
Pemerintah ingin perubahan ini memberi manfaat tanpa menghambat kegiatan sekitar.
Aturan lalu lintas pun dipersiapkan untuk merespons berkurangnya lebar jalan menjadi sekitar 8–9 meter.
Dinas Cipta Karya menggandeng Kepolisian Resor Jember guna memastikan tidak ada kendaraan yang parkir sembarangan.
Sejumlah kantong parkir akan disiapkan bagi warga dan lembaga di kawasan tersebut.
Langkah ini diambil agar mobilitas tetap lancar setelah trotoar diperlebar.
"Kami mengantisipasi hambatan dan kemacetan akibat kendaraan yang biasa parkir di sana,” terangnya.
Penataan ini diproyeksikan menjadi ruang baru bagi pedagang kaki lima yang selama ini memadati Alun-Alun Jember.
Pemindahan bertahap dilakukan agar alun-alun tetap tertata dan nyaman bagi pengunjung.
Langkah ini penting untuk menjaga estetika kota serta mengatur ulang pusat keramaian.
“Dengan begitu diharapkan alun-alun tetap nyaman dan tidak kumuh,” harapnya. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh