Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Remaja Jember Juara Putri Inspirasi: Laura Angkat Isu 87 Persen Mahasiswa Salah Jurusan

Yulio Faruq Akhmadi • Kamis, 4 Desember 2025 | 13:50 WIB
INSPIRATIF: Laura Sabrina Hardianthi Putri Setiawan Juara Putri Inspirasi di Bandung.
INSPIRATIF: Laura Sabrina Hardianthi Putri Setiawan Juara Putri Inspirasi di Bandung.

Radar Jember - Survey Educational Psychologist dari Integrity Development Flexibility (IDF) menemukan fakta mencengangkan.

Sebanyak 87 persen mahasiswa di Indonesia merasa salah jurusan.

Itulah yang memantik Laura membangun advokasi yang ia sebut Light Up Passion to Action.

Laura Sabrina Hardianthi Putri Setiawan, siswi kelas X SMAN 1 Jember, baru saja mengukir prestasi di Bandung.

Remaja 15 tahun itu keluar sebagai juara dalam ajang beauty pageant Puteri Inspirasi Remaja Indonesia yang digelar pada 21–23 November 2025 lalu.

Di balik prestasi itu, ada cerita yang justru lebih membekas bagi Laura.

Semua bermula dari kebingungannya mencari passion.

Ia mengaku pernah berada di fase tak yakin ingin menekuni bidang apa.

Namun sejak bergabung dengan Syam Modeling pada awal kelas IX SMP, perasaannya mulai terarah.

Jalan itu membawanya pada dunia catwalk.

“Dari yang saya pelajari, ternyata banyak teman-teman yang sampai kelas 3 SMA masih bingung mau ambil jurusan apa. Akhirnya ikut-ikut saja,” kata Laura.

Keresahan itu semakin kuat setelah ia membaca hasil survei IDF yang menyebut 87 persen mahasiswa salah jurusan.

Laura merasa kondisi itu harus direspons. Jika ia bisa menemukan passion-nya, remaja lain juga harus mendapat kesempatan yang sama.

Menemukan minat dan bakat yang disukainya.

Dari situlah lahir advokasi Light Up Passion to Action.

Ia mulai bekerja sama dengan tempatnya belajar modeling, Syam Modeling, untuk membuka akses ke sekolah-sekolah.

Tujuannya memberikan sosialisasi dan kiat sederhana bagi siswa menemukan minat mereka.

“Ada banyak cara. Saya siapkan kuis, survei, juga games yang bisa menunjukkan kecenderungan passion siswa,” ujarnya.

Namun Laura sadar, membangun advokasi butuh panggung yang lebih besar.

Ia ingin suara dan programnya didengar luas.

Karena itu ia memberanikan diri mengikuti ajang Puteri Inspirasi.

Ia berharap, jika berhasil meraih gelar, akses menuju sekolah atau instansi akan semakin terbuka.

“Saya pikir kalau punya gelar Putri Inspirasi, apa yang saya sampaikan bisa lebih didengar,” jelasnya.

Perjalanannya menuju gelar itu tak mulus.

Dia harus melewati serangkaian seleksi panjang mulai dari catwalk challenge hingga menunjukkan bakatnya bermain mayoret.

“Seleksinya berbagai macam, awalnya online, lalu yang lolos 9 besar diundang ke Bandung untuk tampil di sana. Gak nyangka ternyata saya yang juara satu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Jember Suryadi menuturkan, potensi siswa tidak hanya lahir dari ranah akademik.

Dikatakan, sekolah harus membuka ruang bagi setiap murid untuk mengembangkan minatnya, termasuk di bidang modeling yang tidak tersedia di lingkungan sekolah.

“Prestasi di luar sekolah harus didorong karena itu membentuk karakter dan keberanian bersaing, tapi tetap penting agar anak-anak tetap menjaga akademiknya. ” ujarnya. (yul/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #beauty pageant #modeling #Passion