Radar Jember – Keterlambatan penanganan demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi penyebab utama kematian pasien.
Owner RS Bina Sehat Jember, dr Faida, menegaskan bahwa fase kritis DBD berlangsung cepat, sehingga penanganan sejak awal menjadi penentu keselamatan.
Menurut Faida, banyak pasien datang ke rumah sakit ketika kondisinya sudah berat.
Warga sering mengabaikan gejala demam tinggi di awal, dan baru mencari pertolongan saat keadaannya memburuk.
“Rumah sakit tempat rujukan, jadi pasien datang-datang sudah parah. Hari ke-4 atau 5 demam, itu bisa sangat kritis,” ujarnya.
Faida menambahkan, kasus DBD yang dirawat di RSBS juga menunjukkan tren yang harus diwaspadai.
Sejak 2021 hingga Oktober 2025 tercatat ada 1.272 pasien DBD yang dirawat di RSBS (selengkapnya lihat grafis).
Faida menegaskan bahwa DBD bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang usia.
Baik anak-anak maupun lansia berpotensi mengalami kondisi berat jika terlambat mendapat perawatan.
“Golongan darah tidak ada hubungannya dengan risiko. Semua bisa kena, dan semua bisa memburuk kalau terlambat ditangani,” tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri jika mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun. Pemeriksaan trombosit, pemantauan cairan, dan observasi ketat di fase awal sangat penting untuk mencegah komplikasi.
“Jangan tunggu parah. DBD ini bergeraknya cepat,” pungkasnya. (yul/dwi)
Sejak Dulu Sudah Ada DBD
Demam Berdarah Dengue atau DBD, yaitu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Awal kemunculannya pada abad 18 dikenal sebagai penyakit misterius dari daerah tropis.
Dalam perang dunia ke II virus dengue (1943–1945) baru ditemukan.
Sementara DBD mulai masuk Indonesia sekitar tahun 1968 di dua daerah padat penduduk. Surabaya dan Jakarta.
- 1968: Kasus pertama di Jakarta dan Surabaya
- 1970–1980: Penyebaran ke kota-kota besar
- 1990-an: Muncul gerakan nasional PSN 3M (Menutup, Mengubur, Menguras)
- Hingga sekarang DBD masih menjadi penyakit endemik nasional dan belum ditemukan obatnya.
KASUS DBD JEMBER
Tahun Jumlah Kasus Kematian
2019 988 7
2020 945 3
2021 447 1
2022 787 8
2023 561 9
2024 1.627 16
Pasien DBD yang dirawat di RSBS
Tahun 2021: 117 kasus
Tahun 2022: 54 kasus
Tahun 2023: 101 kasus
Tahun 2024: 737 kasus
Januari–Oktober 2025: 263 kasus
Diolah dari berbagai sumber
Editor : Imron Hidayatullahh