Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jember Perketat Skrining HIV/AIDS: Kasus Baru Langsung Ditangani, Warga Diminta Lebih Terbuka

M Adhi Surya • Senin, 1 Desember 2025 | 13:10 WIB
gambar ilustrasi
gambar ilustrasi

Radar Jember - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember terus memperkuat langkah skrining dan sosialisasi untuk menekan risiko penularan HIV/AIDS.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember Rachman Hidayat mengatakan upaya deteksi dini menjadi prioritas agar kasus baru dapat segera ditangani dan tidak berkembang lebih luas.

Ia menjelaskan, setiap kali ditemukan kasus baru, petugas kesehatan langsung melakukan pendampingan menyeluruh.

Pasien diarahkan menjalani pemeriksaan lanjutan hingga memulai terapi antiretroviral.

“Jika ada temuan, kami langsung dampingi agar pasien segera menjalani pengobatan,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Dinkes juga menggandeng berbagai komunitas, termasuk komunitas orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Kolaborasi ini penting untuk menjangkau warga yang merasa berisiko namun masih enggan memeriksakan diri.

Komunitas tersebut, katanya, memiliki kedekatan emosional yang memudahkan proses edukasi.

“Kami berharap keluarga maupun yang bersangkutan mau terbuka sehingga pengobatan bisa segera dilakukan,” tuturnya.

Ia menegaskan keterbukaan menjadi kunci agar proses penanganan dapat berjalan tanpa hambatan, sekaligus mengurangi stigma di lingkungan sosial.

Selain itu, HIV/AIDS tetap menjadi penyakit berbahaya karena menyerang sistem kekebalan tubuh.

Tanpa pengobatan, penderita rentan mengalami infeksi serius yang dapat membahayakan nyawa.

Ia mengingatkan bahwa HIV dapat menular melalui hubungan seksual tidak aman, penggunaan jarum suntik bersama, serta penularan dari ibu ke anak.

Upaya pencegahan terus digencarkan melalui edukasi mengenai perilaku sehat, penggunaan alat pelindung, hingga pentingnya tidak berbagi jarum suntik.

Dinkes juga mendorong masyarakat melakukan tes HIV secara sukarela, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.

“Deteksi dini adalah kunci perlindungan,” tegasnya.

Dengan penguatan skrining dan sinergi berbagai pihak, Pihaknya berharap angka penularan HIV/AIDS dapat ditekan.

Rachman menekankan bahwa keberhasilan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat.

“Kami ajak semua warga menjaga diri dan mengurangi stigma agar penanganan lebih efektif,” pungkasnya. (dhi/nur)

 

 

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Dinkes Jember #aids #antiretroviral #odha #hiv #hari aids sedunia