Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sudah 2025 Tapi 24 Desa di Jember Masih Blankspot: Pemerataan Internet Jadi Tuntutan Mendesak

Sidkin • Kamis, 27 November 2025 | 13:00 WIB

 

Puluhan desa di Jember masih masuk kawasan blankspot.
Puluhan desa di Jember masih masuk kawasan blankspot.

Radar Jember - Akses telekomunikasi di 24 desa yang tersebar di 13 kecamatan (baca grafis) masih masuk kategori blankspot.

Dengan demikian, ada sebanyak 9,7 persen dari 248 desa dan kelurahan yang belum terjangkau sinyal.

Kondisi ini layak menjadi perhatian, mengingat zaman sekarang, sudah banyak yang serba elektronik.

Akibatnya, komunikasi dan layanan digital masyarakat berjalan cukup terbatas.

Kirim pesan WhatsApp kadang ter-pending lama, telepon putus-putus, dan bisa mengganggu layanan berbasis elektronik.

Kondisi ini mendorong pemerintah daerah mencari langkah penyelesaian dengan menggandeng penyedia layanan telekomunikasi nasional

Plt Kepala Diskominfo Jember Regar Jeane Dealen Nangka mengatakan, upaya itu dimulai dengan kunjungan resmi ke kantor Telkomsel di Jakarta.

Itu untuk membahas kerja sama penyediaan jaringan di wilayah yang belum terlayani.

Pemkab, kata dia, kini tengah menghimpun pengajuan kebutuhan internet dari para kepala desa yang terdampak.

Selanjutnya, itu disampaikan secara langsung kepada direksi Telkomsel.

“Ini sudah ada political will yang baik dari Telkomsel untuk membantu Jember mengatasi 24 lokasi blank spot tersebut,” ujarnya.

Menurut Regar, persoalan blank spot tidak hanya disebabkan kondisi geografis, tetapi juga aspek bisnis yang membuat penyedia layanan telekomunikasi enggan membangun infrastruktur.

Sebab secara bisnis, hal itu dianggap tidak menguntungkan.

Kini pihaknya sedang memperbarui data dan proposal agar sesuai kebutuhan serta dapat ditindaklanjuti lebih cepat.

Pemkab Jember juga diminta menyiapkan proposal resmi tahun ini untuk pengajuan langsung kepada Direktur Utama Telkomsel.

Untuk itu, Diskominfo terus berkomunikasi dengan 24 kepala desa agar permohonan disusun terkoordinasi.

“Tahun ini diminta membuat proposal pengajuan kepada Dirut Telkomsel terkait penyediaan internet di 24 lokasi,” terangnya.

Regar memastikan komunikasi lanjutan dengan Telkomsel akan dilakukan kembali dalam waktu dekat.

Sehingga ini mempercepat solusi bagi desa-desa yang masih terputus dari layanan telekomunikasi.

Ia menegaskan, penyediaan jaringan internet menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi pelayanan publik dan aktivitas warga.

“Kami akan koordinasi kembali dengan Telkomsel di Jakarta, kemungkinan pekan depan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto menegaskan, internet kini menjadi kebutuhan masyarakat.

Oleh karena itu, dia meminta agar Pemkab Jember segera menyelesaikan permasalahan 24 desa blank spot tersebut.

"Karena saat ini internet, bisa dikatakan menjadi hak dasar. Dan internet di Jember harus merata agar bisa mendukung kegiatan masyarakat," tegasnya. (kin/nur)

Data 24 Desa Blankspot di Jember:

  1. Desa Arjasa dan Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa.
  2. Desa Sucopangepok dan Panduman, Kecamatan Jelbuk.
  3. Desa Ledokombo, Sumberanget, dan Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo.
  4. Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang.
  5. Desa Suci dan Pakis, Kecamatan Panti.
  6. Desa Jambearum, Kecamatan Puger.
  7. Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo.
  8. Desa Gelang, Jambesari, dan Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru.
  9. Desa Pringgondani dan Gunung Malang, Kecamatan Sumberjambe.
  10. Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi.
  11. Desa Mojogemi dan Sumberwringin, Kecamatan Sukowono.
  12. Desa Darungan dan Manggisan, Kecamatan Tanggul.
  13. Desa Curahnongko dan Andongrejo, Kecamatan Tempurejo.

SUMBER: Diskominfo Jember.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Pemkab Jember #Jember #blankspot #Diskominfo jember #Telkom