Radar Jember - Isyarat pembangunan sirkuit drag race di Jember makin menguat.
Ini setelah Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jember memaparkan rencana itu dalam rapat bersama Komisi B DPRD, Senin (25/11).
Pembahasan ini menunjukkan proyek sirkuit bukan lagi sebatas wacana, melainkan mulai terpetakan dengan jelas.
Upaya menghadirkan sirkuit balap motor di kawasan Stadion Jember Sport Garden (JSG) kian mendekati realisasi pada tahun depan.
Nantinya, penyusunan detail engineer design (DED) hingga pengerjaan fisik sirkuit akan ditangani Dinas Cipta Karya Jember.
Sementara besarnya anggaran pembangunan itu belum diketahui Dispora sebab masih dalam pembahasan teknis.
"Kami belum tahu berapa anggarannya," kata Kepala Dispora Jember, Edy Budi Susilo.
Edy menyebut, sirkuit dirancang untuk drag race dengan ukuran yang diperkirakan mencapai lebar 40 meter dan panjang sekitar 800 meter.
Ukuran ini menyerupai landasan pacu Bandara Notohadinegoro.
Meski difokuskan untuk drag race, lintasan ini tetap dapat dipakai untuk road race dengan menambahkan rintangan tertentu.
Edy menggambarkan bahwa penataan ban karet dapat mengubah bentuk sirkuit sesuai kebutuhan.
Meski berada di kawasan Stadion JSG, pembangunan itu tidak akan mengganggu desain stadion kebanggaan masyarakat Jember tersebut.
Sebab, letaknya akan berada di sisi JSG yang berdekatan dengan Polsek Ajung dan Sekolah Rakyat.
"Jadi Sekolah Rakyat nanti satu pintu keluarnya. Tidak akan merusak JSG,” terangnya.
Dispora menargetkan lomba drag race pertama berlangsung pada semester awal 2026, meskipun sirkuit permanen belum selesai.
Dua lokasi sementara disiapkan sebagai opsi, yaitu jalur lintas selatan (JLS) di Tempurejo dan Puger.
Edy menuturkan bahwa kedua lokasi tersebut pernah menjadi tempat berlangsungnya race resmi sebelumnya.
Dalam penyusunan anggaran, kegiatan drag race awalnya hanya mendapat anggaran Rp 100 juta.
Namun saat penyelarasan, anggaran berpotensi meningkat menjadi Rp 200 juta.
Itu dengan mengalihkan dana fun boxing yang memiliki nominal sama.
Sementara fun boxing dapat diajukan kembali melalui Perubahan APBD 2026 jika dialihkan.
Untuk diketahui, tahun depan, Dispora akan bergabung dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Nantinya akan menjadi Disporabudpar.
Pagu anggaran untuk dinas ini sebesar Rp 34 miliar.
Sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait dalam beberapa kali kesempatan menyampaikan rencana pembangunan sirkuit balap di kawasan JSG.
Seperti saat membuka ajang balap motor Road Race Bupati Cup 2025 di Alun-Alun Jember, Minggu lalu (21/9).
Sirkuit balap itu direncanakan menjadi permanen.
Harapannya keberadaan sirkuit itu bisa menjadi solusi untuk mengurangi aksi balap liar di jalanan, sekaligus menjadi wadah pembinaan atlet balap motor lokal.
"Harapannya, balap liar bisa berkurang atau bahkan tidak ada lagi. Saya sangat apresiasi antusiasme para pemuda Jember yang menyalurkan hobi balap motornya secara positif dan aman," katanya. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh