Kencong, Radar Jember - Pemkab Jember kian serius menanamkan kesadaran cinta kebersihan lingkungan di tengah masyarakat.
Bertepatan dengan dimulainya periode penilaian Adipura (24 - 29 November 2025), Pemkab Jember melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) gencar mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan "Pilah, Pilih, serta Kumpulkan Sampah pada Tempatnya."
Semangat kebersihan ini merupakan bagian integral dari visi "Jember Baru, Jember Maju" yang membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga: Gus Fawait Siapkan Terobosan Pengelolaan Sampah Terpadu, Target Jember Lebih Bersih di Masa Depan
Di waktu yang sama, kesadaran akan kebersihan ini ditekankan langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, yang melihat dedikasi luar biasa Tim Sapu DLH Jember, saat mengawal kemeriahan program Bunga Desaku Jilid 7 di Kecamatan Kencong selama dua hari satu malam, Jumat - Sabtu (21-22/11/2025).
Di tengah ribuan warga yang memadati acara, gus Fawait, sapaan akrab bupati, secara khusus memberikan apresiasi hangat kepada tim kebersihan yang bekerja tanpa henti.
Menurut dia, mereka adalah garda terdepan yang menjaga martabat daerah.
“Acara bisa meriah, tapi akan meninggalkan kesan yang tidak baik kalau lokasinya kotor. Saya bangga dengan teman-teman kebersihan yang selalu menjadi garda terdepan menjaga lingkungan tetap asri,” kata Gus Fawait, dilansir dari PPID Pemkab Jember, (24/11/2025).
Baca Juga: Tanam Pohon Bersama Jajaran OPD, Bupati Jember Gus Fawait Kampanyekan Peduli Lingkungan
Kampanye kebersihan ini tidak hanya fokus pada pengangkutan, tetapi juga pada edukasi masif mengenai pemilahan sampah.
Bertepatan dengan dimulainya periode penilaian Adipura ini, Kepala DLH Jember Suprihandoko, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memilah sampah menjadi lima kategori utama.
Mulai dari jenis organik, seperti sisa makanan, daun, ranting, kulit buah, hingga yang jenis anorganik seperti botol atau atau gelas plastik, kemasan bungkus. Kemudian sampah jenis B3 seperti baterai, bohlam, obat-obatan, kaleng cat, sampah kertas, hingga sampah residu seperti styrofoam, pembalut, popok, lain sebagainya.
Ajakan memilah ini sejalan dengan tuntutan penilaian Adipura, di mana pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi indikator kunci.
Suprihandoko meyakini, melalui semangat kolaborasi antara pemerintah, petugas kebersihan, dan kesadaran warga, Jember tidak hanya sukses dalam program pelayanan publik, tetapi juga berhasil mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
“Kampanye yang berlangsung hingga 29 November ini menjadi momentum bagi seluruh Jember untuk menunjukkan spirit gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan,” harapnya.
Sebagai informasi, penilaian Adipura adalah proses evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memberikan penghargaan kepada kota/kabupaten di Indonesia yang berhasil menjaga kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan secara berkelanjutan.
Selain itu, penghargaan ini mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah, penghijauan, serta menjaga kualitas udara dan air dengan lebih baik.
Editor : M. Ainul Budi