Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Peringatan HGN di Jember: Guru Wajib Hindari Kekerasan, Fokus Ciptakan Kelas Nyaman dan Aman bagi Siswa

Sidkin • Selasa, 25 November 2025 | 13:30 WIB

SEMAKIN MAJU: Siswa menyimak penjelasan guru SDN Jember Lor 04 yang mengajar dengan memanfaatkan smartboard bantuan dari Presiden Prabowo.
SEMAKIN MAJU: Siswa menyimak penjelasan guru SDN Jember Lor 04 yang mengajar dengan memanfaatkan smartboard bantuan dari Presiden Prabowo.

Radar Jember - Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 kembali menegaskan pentingnya peran pendidik dalam membangun karakter bangsa.

Tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” menjadi pengingat bahwa kemajuan Indonesia bertumpu pada kualitas para pengajarnya.

Di tangan guru yang berkomitmen, masa depan generasi muda dapat dibentuk lebih tangguh.

Momentum ini sekaligus mengajak seluruh pihak menaruh perhatian lebih pada kesejahteraan dan martabat guru.

HGN juga menjadi pengingat ruang kelas bukan hanya tempat mentransfer ilmu, tetapi ekosistem yang harus menumbuhkan kenyamanan dan semangat belajar.

Di tengah perubahan zaman yang cepat, guru dituntut bukan sekadar mengajar, tetapi hadir sebagai sosok yang memahami kebutuhan anak didik.

Hari Guru pun menjadi refleksi bersama: sudahkah sekolah menjadi tempat yang menyenangkan bagi semua?

Plt Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dispendik Jember, Abdullah, menekankan, pentingnya peningkatan kemampuan dan kualitas guru agar pengajaran berlangsung maksimal.

Ia mengingatkan bahwa pemahaman terhadap regulasi pendidikan merupakan syarat mutlak agar praktik mengajar tidak melenceng dari prinsip perlindungan anak.

Menurutnya, guru wajib menjaga tutur kata dan menghindari bentuk hukuman fisik maupun verbal yang bisa melukai psikologis siswa.

“Guru harus meningkatkan kompetensi dan memahami aturan agar tidak menyakiti anak,” ujar Abdullah.

Ia menegaskan, situasi pendidikan saat ini tidak lagi sama dengan kondisi puluhan tahun lalu.

Perubahan zaman menuntut pendekatan yang lebih manusiawi, adaptif, dan berbasis pada prinsip keselamatan serta kesejahteraan peserta didik.

Abdullah menyampaikan, seluruh perangkat undang-undang dan aturan sekolah kini dirancang untuk melindungi anak dari kekerasan dalam bentuk apa pun.

Sehingga sekolah menjadi ramah anak.

"Sekarang semua sudah ada undang-undangnya, sehingga guru harus benar-benar mematuhinya,” terangnya.

Menurutnya, kualitas pendidikan yang baik hanya bisa tercapai jika suasana belajar dibuat menyenangkan.

Suasana yang positif, lanjutnya, akan membuat anak lebih berani berekspresi, merasa aman, dan akhirnya menikmati proses belajar.

Di saat anak merasa nyaman, motivasi belajar biasanya muncul dengan sendirinya dan berdampak pada hasil belajar yang lebih baik.

“Kalau anak sudah senang di kelas, insyaallah belajarnya akan semangat dan sukses,” tuturnya.

Kini, seluruh sekolah telah menerapkan pembelajaran mendalam.

Ada tiga prinsip utama, yakni berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Prinsip ini diharapkan menjadi ruh bagi setiap kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Guru tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga menghadirkan proses belajar yang memanusiakan anak dan relevan dengan kehidupan mereka.

Abdullah berharap seluruh pendidik menjadikan momentum ini untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat komitmen pelayanan pendidikan.

“Pendidikan yang menyenangkan dan berkualitas adalah tujuan utama,” pungkasnya. (kin/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#HGN #Hari Guru Nasiona #Dispendik Jember #kesejahteraan guru