PATRANG, Radar Jember – Sebanyak 230 peserta JPFest 2025 dengan rentang usia dua hingga tujuh tahun saling adu kecepatan di arena push bike yang didirikan di Seven Dream City Patrang, Minggu (16/11).
Meski tergolong baru di Jember, minat terhadap push bike menjalar cepat seperti kota-kota lain. Ajang ini bukan sekadar wadah bermain, tapi dinilai sebagai cikal bakal lahirnya atlet bertalenta.
Racing Director JPFest Cheppy Dwiki Kurnia, mengatakan olahraga push bike memiliki banyak kategori usia, maksimal sampai sembilan tahun.
Namun latihan yang dilakukan sejak dini mulai dari motorik, fokus, hingga kontrol tubuh menjadi modal bagi anak ketika melanjutkan ke cabang olahraga berjenjang karier.
“Setelah usianya pensiun dari push bike, banyak yang meneruskan ke olahraga yang memiliki jenjang karir mulai dari balap sepeda, mini GP, lari ada juga yang ke sepakbola. Terserah anaknya sukanya apa,” katanya.
Cheppy menuturkan, kompetisi JPFest melibatkan peserta dari berbagai kota di Jawa dan Bali karena tren push bike sedang naik daun. Di Indonesia, Yogyakarta menjadi salah satu pusat penyelenggara event berlevel nasional hingga internasional.
Sementara JPFest merupakan ajang perdana di Jember, dengan jumlah peserta yang sengaja dibatasi hanya 230 orang.
“Kalau lebih, lombanya bisa sampai malam. Di tempat lain itu biasa, tapi di sini penerangannya kurang memadai,” ujarnya.
Dia menambahkan, geliat push bike di Jember saat ini terus menunjukkan tren kenaikan.
Saat ini terdapat satu komunitas push bike bernama Pandhalungan Push Bike Jember yang berada di bawah Asosiasi Push Bike Indonesia (Aspina).
Komunitas ini baru berdiri setahun namun peminatnya terus bertambah.
“Pendaftaran anggota hanya dibuka tiap tiga bulan sekali agar pembinaan lebih efektif,” jelas Cheppy.
Menurutnya, push bike bukan sekadar tren atau hiburan.
Olahraga tanpa pedal ini efektif mengalihkan anak dari gadget, menyalurkan energi, serta mengasah keberanian dan sikap kompetitif sejak dini.
“Kalau konsisten, mungkin nanti ada atlet besar yang berawal dari push bike,” pungkasnya.(yul)
Editor : M. Ainul Budi