Radar Jember - Hujan yang mengguyur Jember dan sekitarnya hampir terjadi setiap hari.
Sejak beberapa pekan terakhir membuat masyarakat harus waspada terhadap segala risikonya.
Bahkan, di Jember barat, hujan deras disertai angin membuat debit air sungai meningkat drastis, hingga ada yang meluap dan menyebabkan banjir di rumah-rumah warga.
Berdasarkan pantauan dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo memprediksi hujan dengan intensitas sangat lebat, masih mengguyur Jember hingga Rabu (19/11).
BMKG dan Stasiun Klimatologi Jawa Timur mengeluarkan peringatan dini terkait peningkatan potensi bencana hidrometeorologi di Jember sepanjang bulan November 2025 ini.
Diperkirakan, puncak musim hujan berlangsung mulai dasarian pertama (10 hari pertama dalam satu bulan), dengan risiko tinggi terhadap hujan lebat, banjir, longsor, dan angin kencang.
Tidak hanya berpotensi banjir, BMKG juga mencatat potensi gelombang tinggi di pesisir selatan Jember, terutama saat sistem tekanan rendah terbentuk di Samudra Hindia.
Aktivitas nelayan juga diimbau dihentikan sementara saat peringatan laut dikeluarkan.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno, mengemukakan bahwa Jember termasuk dalam daftar wilayah dengan anomali hujan cukup tinggi pada November ini.
"Dasarian pertama menunjukkan anomali hujan di sebagian besar wilayah timur Jawa Timur, termasuk Jember. Kami mengimbau otoritas lokal memperkuat pemantauan muka air sungai dan jalur evakuasi," katanya, dalam keterangan resminya melalui akun YouTube pada 26 Oktober lalu.
Dalam keterangan resmi 4 November lalu, juga disebut adanya peningkatan intensitas hujan di wilayah Jawa Timur, khususnya di bagian selatan.
"Kami memantau peningkatan curah hujan seiring masuknya puncak musim hujan. Warga di dataran rendah dan bantaran sungai harus siaga terhadap potensi banjir dan banjir bandang," tambah Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani.
BMKG juga mengimbau pemerintah terkait, organ relawan dan masyarakat luas untuk tetap waspada.
Mengaktifkan posko siaga, membersihkan saluran air, menyiapkan jalur evakuasi, menghentikan aktivitas laut saat cuaca ekstrem dan terus memantau peringatan terbaru dari BMKG. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh