Radar Jember - Alun-Alun Jember pada Sabtu (15/11) lalu menjadi saksi bisu ratusan pelajar saat menyatakan sikapnya secara terbuka, melawan segala bentuk perundungan atau bullying.
Deklarasi anti-bullying yang disuarakan para pelajar dari jenjang TK hingga SMA se-Jember, bukan saja seremoni.
Namun menjadi komitmen bersama demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah.
Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Korwil Jawa Timur Heru Satriyo mengemukakan bahwa setiap pelajar dinilainya harus menjadi pelopor sekaligus pelapor, dalam upaya pencegahan terhadap potensi bullying.
"Mari bersama-sama mewujudkan Jember benar-benar zero bullying," serunya.
Deklarasi diwarnai dengan pernyataan sikap bersama dan penandatanganan Deklarasi Anti-Bullying, yang juga diikuti oleh Bupati Jember Muhammad Fawait dan Ketua TP PKK Jember Ning Ghyta Eka Puspita, di lokasi.
Bupati Fawait menambahkan bahwa deklarasi itu akan menjadi komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari segala bentuk perundangan atau bullying.
"Penandatanganan dan deklarasi ini menjadi sebuah komitmen penting agar anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang aman, diterima, dan disayangi tanpa kecuali," pungkas Gus Fawait. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh