Radar Jember - Kewaspadaan terhadap banjir tidak hanya difokuskan pada wilayah hulu, tengah di kawasan perkotaan, tetapi di kawasan pesisir juga perlu diperhatikan.
Apalagi, banjir juga tak hanya banjir bandang, genangan air, tetapi juga ada potensi banjir rob.
Terutama ketika hujan deras turun bersamaan dengan pasang air laut.
Dosen Teknik Kelautan Universitas Jember, Retno Utami Agung Wiyono menjelaskan bahwa banjir rob merupakan banjir pesisir yang terjadi akibat pasang air laut.
Ia menegaskan bahwa naik-turunnya pasang surut sebenarnya tidak dipengaruhi musim.
“Pada musim hujan ataupun kemarau, pasang dan surut air laut itu tetap, karena terjadi akibat gravitasi bumi, bulan, dan matahari,” ujarnya.
Namun, Retno menyebutkan bahwa risiko banjir meningkat ketika pasang maksimum bertepatan dengan hujan lebat dari daratan.
“Ketika pasang air laut terjadi bersamaan dengan hujan, maka kemungkinan terjadinya banjir menjadi lebih tinggi. Inilah yang kemudian disebut banjir rob,” jelasnya.
Menurut Retno, daerah yang paling rentan terhadap rob adalah wilayah pesisir yang mengalami penurunan muka air tanah, memiliki drainase buruk, dan tidak memiliki penahan pasang seperti tembok laut atau tanggul.
Ketika wilayah tersebut juga dilanda curah hujan tinggi, risiko genangan akan semakin besar.
Ia mencontohkan bahwa kawasan pesisir Utara Jawa Tengah dan Jakarta merupakan wilayah dengan potensi rob yang tinggi.
Sementara di Jawa Timur, daerah seperti Surabaya telah mendapat peringatan rob dari BMKG pada awal November lalu.
“Pesisir Selatan Jember dan Malang juga perlu waspada, seperti yang terjadi pada banjir rob tahun lalu,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, Retno mengimbau masyarakat pesisir untuk memastikan saluran drainase lokal berfungsi optimal.
Pembersihan saluran air dari sampah serta perbaikan tanggul laut menjadi upaya penting agar air laut tidak masuk ke permukiman.
“Memperbaiki drainase dan memastikan tidak ada saluran yang tersumbat bisa membantu mengurangi risiko. Selain itu, tanggul laut yang rusak atau rendah perlu segera diperbaiki,” tuturnya. (yul/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh