Radar Jember - Banjir bandang yang cukup dahsyat terjadi akhir bulan Januari 2022.
Menjadikan Sungai Petung terbelah menjadi dua dan kini disebut warga sebagai sungai kembar.
Lokasi sungai ini merupakan perbatasan antara Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, dengan Desa Pakis, Kecamatan Panti.
Aliran sungai menjadi salah satu saksi bisu akan dahsyatnya bencana yang merusak pekarangan rumah warga, tanah persawahan yang saat itu masih ada tanaman padinya.
Bahkan, pohon besar dan persawahan yang masuk Dusun Pertelon, Desa Pakis hilang.
Tanah sawah berubah menjadi lahan bebatuan besar yang terbawa banjir bandang.
Bahkan pekarangan dan dapur rumah warga yang awalnya jauh dari Sungai Petung hancur.
Kini rumah warga di Dusun Pertelon yang awalnya jauh dari sungai, malah berubah berada di pinggir sungai aliran yang baru terbentuk akibat banjir 2022.
Saat terjadi banjir bandang, Sungai Petung terbelah menjadi dua aliran.
Hal itu disebabkan material batu ukuran kecil hingga ukuran besar menumpuk di tengah aliran sungai dan menjadikan sungai baru yang ada di sisi timur.
Akibatnya, sungai menggerus sisi kanan dan kiri sungai sehingga alirannya terbelah.
Sungai menjadi dua yang kini dijuluki sungai kembar, meskipun aliran sungai yang baru terbentuk lebih besar daripada yang lama.
Tahun 2022 lalu sungai ini merusak empat rumah warga di Dusun Pertelon.
Rumah yang hancur akibat banjir bandang 3 tahun lalu dialami Haris, 52, dan Mistiyono, 56, dan dua warga lain, warga setempat.
Kini rumah warga terancam lagi.
“Paling rawan kalau di bagian hulu terjadi hujan deras dan lama,” kata Haris.
Dia pun berharap agar penanganan dari pemerintah, karena selama ini ketika hujan turun, warga selalu waswas.
Dinas PUBMSDA Provinsi Jatim pernah melakukan normalisasi Sungai Petung.
Namun, sungai yang awalnya di sisi barat kalah besar dengan sungai baru yang terbentuk akibat banjir.
Warga berharap, sungai bisa dikembalikan ke alur awal, sebelum banjir 2022.
“Setelah banjir bandang, petani dan pemilik lahan tidak bisa bertani lagi. Apalagi sekarang di tengah sungai kembar banyak bebatuan besar dan banyak tumbuh pohon tanaman keras. Kami harap pemerintah mengembalikan sungai ke sisi barat seperti semula,” kata Haris. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh