Radar Jember - Jember lagi-lagi dipercaya menjadi arena pertunjukan kreativitas kelas elite.
Kali ini, International Jember Marching Carnival (IJMC) 2025 sukses membuat ribuan pasang mata terpukau dengan perform dari 43 marching band.
Saat dibuka dengan Night Street Parade Culture, dari Jalan Gajah Mada hingga Alun-Alun Jember, Sabtu malam (15/11), event ini sudah disambut penuh antusiasme masyarakat.
Para peserta yang berasal dari penjuru tanah air, hingga satu peserta internasional dari Filipina, bukan saja berjuang mengharumkan tanah kelahiran.
Namun, juga menjadikan Jember sebagai panggung unjuk kreativitas dan menimba pengalaman.
Mengawali paparannya, Bupati Jember Muhammad Fawait mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung Jember bersinar di kancah internasional melalui raihan 5 medali emas, saat Marching World Band Championship di Malaysia, September lalu.
Ia menilai, dengan jumlah penduduk hampir 2,7 juta jiwa, Jember memiliki potensi yang luar biasa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di ujung timur Pulau Jawa.
"Jember tidak berhenti pada event-event kecil. Pemkab berkomitmen menghadirkan pergelaran berskala besar sepanjang tahun," kata Gus Fawait, sapaan akrabnya.
Ia juga berharap IJMC 2025 menjadi pengungkit ekonomi lokal, UMKM, dan PKL, sekaligus mengembalikan kejayaan Jember di era 10–15 tahun lalu.
"Mudah-mudahan lima tahun ke depan, kita dapat membawa Jember baru, Jember maju. Pemkab Jember siap men-support untuk pagelaran 2026 lebih besar dan lebih sukses lagi," janjinya.
Tak hanya peserta luar negeri, dewan juri dari Thailand juga dihadirkan bersamaan dengan juri dari sejumlah kota seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Bogor.
Babak final IJMC dengan drum battle, Minggu (16/11), di GOR Kaliwates, menjadi perform pamungkas peserta sekaligus penentuan jawara.
Manajer Marching Band Jember Tri Basuki mengharap ajang ini menjadi kesempatan kolaborasi bagi komunitas marching band Indonesia hingga Asia.
"Semoga Jember semakin bersinar sebagai panggung budaya yang diakui nasional dan bahkan internasional," pungkasnya. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh