Radar Jember - Tanggung jawab besar ada di pundak Yunita Irianti.
Warga Sumbersari itu bisa dibilang menjadi salah satu ujung tombak Pegadaian area Jember dalam menjalankan bisnisnya.
Dia dipercaya sebagai business development staff, sehingga harus berkutat dengan berbagai perusahaan lain untuk membangun kerja sama.
Menurut perempuan yang akrab disapa Nita itu, bertugas di bidang pengembangan bisnis membutuhkan kreativitas yang tinggi.
Dikatakannya, kreativitas tidak hanya ada pada seniman, namun pekerja formal sepertinya juga dituntut kreatif.
“Kalau di pegadaian produk utamanya emas kan, jadi harus mikir bagaimana caranya agar penjualan emas meningkat, nah saya di bagian pengembangan untuk menjalin kolaborasi dengan perusahaan lain,” paparnya.
Hal itu bukan perkara mudah, menurut Nita kunci utama untuk membangun kerja sama dengan berbagai perusahaan tidak hanya terpaku pada hard skill.
Perempuan lulusan Akuntansi Universitas Kahuripan Kediri itu menuturkan, hal terpenting justru ada pada skill komunikasi.
“Bagaimana membuat klien nyaman, membuat mereka percaya dengan program yang ditawarkan, itu harus pinter-pinter ngomong memang,” ungkapnya.
Selain itu hal yang tak kalah penting adalah perlunya memahami betul apa kelebihan produk dari perusahaannya serta perusahaan yang ditargetkan untuk membangun kerja sama.
Dengan memahami dua aspek itu, Nita bisa menyusun program yang tepat.
“Misalnya ingin menyasar perusahaan tertentu untuk kerja sama, nah kami harus mikir program apa yang sekiranya bisa masuk, misalnya tabungan emas atau reward emas untuk memenuhi target,” jelas Nita.
Lebih lanjut, dirinya memang begitu ambisi dalam meniti karir. Sebab baginya perempuan juga perlu mandiri tanpa harus bergantung pada sang suami.
Sebab menurutnya jika terlalu bergantung pada orang lain, maka akan ada celah bagi perempuan untuk diremehkan.
“Harus ada motivasi ya dalam bekerja,” pungkasnya. (yul/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh