Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dari Ulama hingga Buruh Perempuan, Tiga Tokoh Asal Jatim Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional 2025

Sidkin • Jumat, 14 November 2025 | 14:25 WIB
SYUKUR BERSAMA: DPC PKB menggelar tasyakuran memperingati tiga tokoh Jatim yang diberikan tanda kehormatan sebagai Pahlawan Nasional di kantor partai, kemarin (13/11).
SYUKUR BERSAMA: DPC PKB menggelar tasyakuran memperingati tiga tokoh Jatim yang diberikan tanda kehormatan sebagai Pahlawan Nasional di kantor partai, kemarin (13/11).

Radar Jember - Tiga nama besar asal Jawa Timur resmi menyandang gelar pahlawan nasional.

Ketiganya yakni Syaikhona Khalil Bangkalan, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dan Marsinah.

Ketiga pahlawan ini berasal dari latar yang berbeda: ulama, pemimpin bangsa, dan pejuang buruh.

Meski demikian, mereka disatukan oleh satu benang merah: keberanian memperjuangkan kemanusiaan.

Untuk menandai momen bersejarah ini, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jember menggelar tasyakuran sebagai bentuk syukur dan penghormatan atas jasa mereka.

Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi menyebut, kegiatan tersebut sebagai refleksi nilai perjuangan para pahlawan yang tetap relevan di masa kini.

Ia menilai, ketiganya menjadi simbol keberanian dan ketulusan dalam mengabdi kepada bangsa.

“Siapa yang bisa menyangkal jasa besar Gus Dur, Ibu Marsinah, atau Syaikhona Kholil? Mereka sangat layak mendapat gelar pahlawan,” ujarnya, kemarin.

Menurut Ayub, Syaikhona Khalil adalah sosok guru besar para ulama nusantara, termasuk para pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Kiprahnya meneguhkan pondasi keilmuan dan spiritualitas bangsa.

Sementara Gus Dur, Presiden Keempat Republik Indonesia sekaligus pendiri PKB, dikenang karena perjuangannya menegakkan demokrasi dan membela hak-hak minoritas.

“Gus Dur tidak hanya membela hak minoritas, tapi juga menjaga marwah bangsa melalui gagasan-gagasan kemanusiaan yang mendalam,” tambahnya.

Ayub juga menyoroti sosok Marsinah, buruh perempuan yang gugur memperjuangkan keadilan bagi kaum pekerja di masa Orde Baru.

Keberaniannya menjadi simbol keteguhan melawan ketidakadilan.

Baginya, pengakuan terhadap Marsinah adalah bentuk penghargaan terhadap suara-suara kecil yang selama ini terpinggirkan.

Melalui tasyakuran ini, PKB Jember ingin mengajak seluruh kader meneladani semangat tiga pahlawan tersebut.

Ayub menambahkan, kebanggaan bagi warga Nahdliyin semakin lengkap dengan fakta bahwa tiga generasi keluarga Gus Dur, dari Hadratussyekh Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, hingga Gus Dur telah menyandang gelar pahlawan nasional.

“Dari kakek, ayah, hingga anak, semua pahlawan. Itu kebanggaan luar biasa bagi kita, khususnya masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya. (kin/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #PKB #marsinah #Syaikhona Kholil Bangkalan #pahlawan nasional #gus dur bapak toleransi