Radar Jember - Sejak pagi, ratusan warga sudah memadati halaman Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember, kemarin.
Mereka datang dari berbagai daerah, bahkan luar pulau, untuk mengikuti bakti sosial operasi katarak, pemberian kacamata, hingga pemasangan bola mata palsu.
Ratusan kursi yang disediakan itu didominasi terisi oleh warga berusia 40 tahun ke atas dan lansia.
Sebagian dari mereka diantar dengan mobil layanan antar-jemput gratis dari desa-desa terpencil.
Kegiatan yang digelar selama tiga hari ini berlangsung penuh semangat dan keharuan.
Agenda ini bisa berlangsung tiga hingga empat kali setiap tahun.
Bagi banyak warga, inilah kesempatan mereka mendapatkan layanan kesehatan mata secara gratis.
Membuka harapan mereka melihat dunia yang lebih terang.
Owner Rumah Sakit Bina Sehat, dr Faida, menjelaskan, baksos kali ini memfokuskan pada pelayanan kesehatan mata.
Pihaknya menyiapkan tujuh dokter spesialis mata yang bertugas pada kegiatan ini.
Targetnya 210 operasi katarak, seribu kacamata gratis, dan 20 pemasangan bola mata palsu.
Hingga saat ini, sudah hampir 200 orang penerima bola mata palsu telah terbantu dari kegiatan serupa sebelumnya.
“Bola mata palsu memang tidak bisa mengembalikan penglihatan, tapi membantu penampilan dan rasa percaya diri mereka,” ujarnya.
Penyakit katarak menjadi salah satu fokus utama kegiatan ini.
Menurut Faida, sebagian besar penderita berasal dari kalangan petani dan nelayan yang setiap hari terpapar sinar matahari secara langsung.
“Katarak adalah penyebab kebutaan terbesar di dunia. Di Jember, banyak masyarakat bekerja di luar ruangan, jadi mereka sangat rentan terkena,” jelasnya.
Untuk menjangkau pasien dari pelosok, pihaknya menyiapkan 24 kendaraan, termasuk 20 ambulans merah putih.
Lebih dari 650 pasien dijemput langsung dari daerah terpencil, sementara lainnya datang sendiri.
“Terjauh ada yang dari Sumenep. Saya pikir ada keluarga atau saudara di sini. Ternyata tidak. Pasiennya memang sengaja datang dari Sumenep," kata mantan bupati Jember periode 2016-2021 tersebut.
Selain itu, ribuan warga juga memanfaatkan program operasi hernia gratis yang digelar bersamaan.
Dari 2.000 pendaftar, sebanyak 920 orang sudah menjalani operasi di RS Bina Sehat.
Menurut Faida, kegiatan ini termasuk baksos yang jarang dilakukan karena membutuhkan waktu rawat inap dan biaya besar.
“Pasien hernia biasanya harus menginap tiga hari, tapi semua layanan dan antar jemputnya gratis,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya bakal menggelar skrining kesehatan mata di sekolah-sekolah dan lingkungan sekitar rumah sakit.
Para peserta yang telah menjalani operasi juga dijadwalkan untuk kontrol pada hari kedua pascaoperasi.
Bagi rumah sakit, kegiatan ini bukan sekadar layanan medis, melainkan wujud gotong royong dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Sementara itu, salah satu pasien asal Desa Sempolan, Kecamatan Silo, Saniyah mengaku senang bisa mengikuti baksos ini.
Dirinya mengaku mengalami masalah penglihatan sejak beberapa tahun terakhir.
Oleh karena itu, setelah mengetahui ada pemeriksaan mata gratis dan pembagian kaca mata, dirinya ikut.
"Senang bisa ikut pemeriksaan mata gratis. Tadi dicek juga darahnya. Alhamdulillah sekarang dapat kaca mata," katanya. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh