Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Atap Rumah Ambrol Dihantam Hujan Deras, Nenek di Jember Selamatkan Dua Cucunya dari Maut

Sidkin • Jumat, 14 November 2025 | 13:10 WIB

DICEK: Personel BPBD Jember melakukan pengecekan di rumah Poniyem yang atapnya ambrol usai hujan deras di Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, kemarin.
DICEK: Personel BPBD Jember melakukan pengecekan di rumah Poniyem yang atapnya ambrol usai hujan deras di Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, kemarin.

Radar Jember - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Jenggawah pada Kamis (13/11) dini hari mengubah malam menjadi kepanikan bagi Poniyem, warga Dusun Tegal Gayam, Desa Kemuningsari Kidul.

Sekitar pukul 00.05 WIB, suara kayu retak terdengar dari atap rumahnya.

Dalam hitungan detik, sebagian besar atap roboh menimpa ruang tengah, kamar, dan dapur.

Saat itu Poniyem tengah tertidur bersama dua cucunya yang masih kecil.

Ketiganya segera berlari keluar rumah sebelum reruntuhan menimpa mereka.

Rumah berukuran 11,5x4,5 meter itu kini hanya menyisakan puing dan tumpukan genting.

Beberapa perabot rusak dan tidak bisa digunakan.

Poniyem bersama dua cucunya, bayi tiga bulan dan anak dua tahun, kini menumpang sementara di rumah saudaranya yang berjarak tak jauh dari lokasi.

Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi kondisi rumahnya rusak sedang dan sebagian dinding retak. Kalau hujan turun lagi, risikonya bisa bertambah berat,” kata Kepala BPBD Jember Indra Tri Purnomo, Kamis (13/11).

Begitu menerima laporan, tim BPBD Jember segera menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan memberikan bantuan logistik.

Sejumlah paket bantuan didistribusikan.

Mulai dari sembako, perlengkapan sandang, selimut, hingga perlengkapan bayi dan alat masak.

Petugas juga memasang dua terpal untuk menutup bagian rumah yang terbuka akibat atap roboh.

“Kami langsung koordinasi dengan perangkat desa dan warga sekitar agar korban bisa segera mendapat bantuan dasar,” ujar Indra.

Selain bantuan logistik, tim juga melakukan penilaian cepat terhadap tingkat kerusakan untuk langkah perbaikan berikutnya.

Hasil sementara menunjukkan struktur rumah masih berpotensi mengalami kerusakan lebih berat jika tidak segera diperbaiki.

BPBD merekomendasikan agar pemerintah desa bersama warga bergotong royong memperkuat dinding dan rangka atap yang tersisa.

“Kami imbau warga tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih tinggi di wilayah Jember,” imbuhnya.

Saat ini, kondisi di lokasi sudah mulai dibersihkan dari puing-puing reruntuhan.

Meski cuaca mulai berawan, kekhawatiran masih terasa karena sebagian rumah warga di sekitar lokasi juga mengalami retakan akibat hujan deras.

Warga berharap bantuan perbaikan bisa segera dilakukan agar Poniyem dan dua cucunya dapat kembali menempati rumah mereka dengan aman.

Peristiwa ini menambah daftar kerusakan rumah warga akibat cuaca ekstrem di Jember.

BPBD mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama pada bangunan dengan struktur lama.

“Musim hujan sudah mulai intens. Kami harap warga rutin memeriksa kondisi rumahnya, terutama bagian atap dan dinding yang rawan,” pungkasnya. (kin/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#BPBD Jember #rumah ambruk #Jember #hujan deras