Radar Jember - Sektor pertanian menjadi salah satu fokus Pemkab Jember dalam beberapa tahun ke depan.
Demi menggenjot produktivitas sektor ini, pemerintah daerah tidak hanya menurunkan program dan bantuan, namun juga menargetkan peningkatan produksi.
Hal itu dikemukakan oleh Pj Sekda Jember Jupriono yang menyebut, Pemkab Jember telah menargetkan produksi gabah kering giling (GKG) sebesar 1 juta ton pada tahun 2026.
Menurut dia, target ambisius itu akan ditopang dengan berbagai program strategis, salah satunya pembangunan infrastruktur besar-besaran.
"Sektor irigasi ini yang akan mendukung ketahanan pangan. Jadi, tahun depan kami menargetkan gabah kering giling kita adalah 1 juta ton," katanya, saat kesempatan Pro Guse Update di Kantor Dinas Pendidikan Jember, Sabtu (8/11).
Jupriono merinci, target itu akan didukung dengan 28 paket khusus yang fokus pada pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi.
Hal itu untuk memastikan pasokan air yang memadai bagi pertanian di Jember.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember sempat merilis luasan panen padi dan produksi padi selama tahun 2024.
BPS mencatat, luasan panen padi mencapai 120,07 ribu hektare dengan produksi padi sebanyak 623,27 ribu ton gabah kering giling.
"Tentu semua dikolaborasikan dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi yang banyak sekali telah melakukan program dan kegiatannya di Jember," imbuh pria yang juga Kepala BKPAD Jember itu.
Terpisah, Bupati Jember Muhammad Fawait menilai bahwa produktivitas pertanian Jember, dalam sejarahnya, sempat tumbuh signifikan di level Jawa Timur. Namun kini merosot.
"Kami ingin kembalikan lagi kejayaan Jember sebagai daerah penghasil pangan, di Jawa Timur, sekaligus mendukung program pemerintah untuk ketahanan pangan," tegas Gus Fawait, saat kesempatan bertemu kelompok tani. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh