Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pernah Terbelah Dua pada 2022, Kini Sungai Petung di Jember Meluap Lagi: Ancaman Banjir Bandang Kembali Mengintai

Jumai RJ • Rabu, 12 November 2025 | 13:10 WIB
BANJIR: Air Sungai Petung di Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, meluap hingga menggenangi teras rumah warga, pukul 18.00, Senin (10/11).
BANJIR: Air Sungai Petung di Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, meluap hingga menggenangi teras rumah warga, pukul 18.00, Senin (10/11).

Radar Jember – Masih ingat, tahun 2022 lalu banjir di Sungai Petung membuat sungai setempat menjadi dua.

Namun, di tengah sungai justru ditanami banyak pohon.

Akibatnya, sungai menjadi lebih sempit dan kemarin sungai tersebut meluap lagi.

Banjir ini terjadi lantaran curah hujan di bagian hulu sungai atau di lereng Pegunungan Argopuro cukup deras.

Hal itu membuat air Sungai Petung, di Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, itu meluap alias banjir, pukul 18.00, Senin (10/11).

Akibatnya, dua teras rumah warga terendam lumpur, sementara pekarangan banyak yang berlumpur.

Luapan air dari sungai itu merendam halaman rumah Haris, 52, dan rumah Mistiyono, 57, yang tinggal di RT 007 RW 002, dusun/desa setempat.

Dua rumah yang terdampak itu ada di pinggir sungai dan pemiliknya masih satu keluarga.

Luapan air bercampur lumpur dari sungai hingga menggenangi halaman rumah warga cukup tinggi. 

Sementara, di teras, air sudah setinggi lutut orang dewasa.

Warga perlu meningkatkan kewaspadaan untuk berjaga-jaga kemungkinan terjadinya banjir bandang yang lebih besar.

Haris, warga yang rumahnya terdampak banjir, menyebut, air lumpur dari sungai datang secara tiba-tiba.

"Kalau hujan di sini tidak terlalu deras, hujan yang deras di bagian hulu sehingga air yang meluap dari Sungai Petung itu datang tiba-tiba," katanya.

Menurutnya, air Sungai Petung itu meluap melalui saluran irigasi yang mengairi persawahan di desa Pakis dan Kemuning Lor, Kecamatan Panti.

“Air mulai naik dan menggenangi halaman sekitar pukul 18.00 dan baru surut beberapa jam kemudian. Air nyaris naik ke ruang tamu, saya bersama istri langsung memasang kain di pintu ruang tamu," ucap Haris.

Ini juga disampaikan Mistiyono, warga yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Haris.

Dia bersama istrinya langsung memasang kain di pintu ruang tamu agar air lumpur tidak masuk ke dalam rumahnya.

Saat terjadi banjir, Muspika Panti, seperti Camat Panti Hendra Kusuma, Kapolsek Panti AKP Agus Idham kholid, Danramil Panti Kapten CBA Nur Ismoyono, Kepala Desa Pakis Zaeni, dan sejumlah pejabat lain turun ke lokasi.

Menurut Kades Pakis Zaeni, banjir itu memang berpotensi terjadi saat hujanderas di bagian hulu yang ada di lereng Gunung Argopuro.

“Kami berharap kepada Dinas PUBMSDA untuk segera memang bronjong dan cempolong di bagian hulu saluran kecil yang ada di Sungai Petung,” ucapnya.

Dikatakan, air yang meluap dari Sungai Petung melewati saluran yang tersumbat potongan kayu yang terbawa saat banjir.

Sehingga air meluap dan menggenangi pekarangan rumah warga di sekitar sungai.

Air yang meluap itu bercampur lumpur.

Ini terlihat di halaman rumah Haris dan Mistiyono, serta pekarangan setempat juga banyak lumpur.

"Lumpur dari pasir itu hingga nyaris naik ke teras dan di bagian dapurnya,” kata Zaini.

Sementara itu, kades dan warga berharap agar ada perhatian dari Pemerintah Daerah maupun Provinsi.

Ini agar ada solusi, guna mencegah kemungkinan banjir yang lebih besar.

Tahun 2022 Pernah Banjir Bandang

Sementara itu, pada akhir Januari 2022 lalu, banjir bandang sempat terjadi di Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari.

Di lokasi itu, aliran Sungai Petung menjadi saksi bisu akan dahsyatnya bencana yang merusak pekarangan rumah warga, sawah, bahkan rumah beberapa orang.

Sungai Petung di Desa Badean bahkan terbelah menjadi dua aliran.

Hal itu disebabkan material batu ukuran kecil hingga yang besarnya lebih dari ukuran kepala manusia menumpuk di tengah sungai.

Akibatnya, sungai menggerus sisi kanan dan kiri sungai sehingga alirannya terbelah.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, anak-anak sungai itu bahkan sampai merusak empat rumah milik warga di Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti.

Sisa-sisa banjir seluruhnya telah dievakuasi.

Kebanyakan orang bisa jadi hanya fokus akan keberadaan rumah warga yang rusak atau sekadar pada lahan pertanian yang habis diterjang banjir.

Akan tetapi, keberadaan sungai yang sampai membentuk dua aliran tentu mengubah letak geografis sungai dan menjadi bukti dahsyatnya banjir bandang. (jum/c2/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #banjir luapan #Gunung Argopuro #sungai petung