PAKIS, Radar Jember - Curah hujan yang tinggi terjadi dibagian hulu sungai lereng Argopuro mengakibatkan sungai Petung, Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Jember banjir pada Senin (10/11/2025) malam pukul 18.00 Wib.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya saja dua rumah masing-mading milik Haris, 52 dan Mistiyono, 56 warga Dusun Pertelon RT.007/RW.002, Desa Pakis, Kecamatan Panti pekarangannya terendam air bercampur lumpur.
Namun, akibat peristiwa tersebut warga yang ada disisi timur sungai Petung, Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti warga masih menyimpan rasa trauma.
Karena pada minggu terakhir bulan Januari 2022 pernah terjadi banjir bandang hingga mengakibatkan beberapa rumah bagian dapurnya hancur diterjang banjir bandang.
Salah satunya rumah milik Haris, 52 dan Mistiyono, 56 keduanya warga yang awalnya jauh dari sungai Petung.
"Awalnya rumah saya memang jauh dari sungai. Setelah terjadi banjir bandang akhir Januari 2022 lalu rumah dengan sungai jaraknya hanya satu meteran," katanya.
"Banjir bandang yang terjadi pada akhir Januari 2022 lalu hingga sungai menjadi dua. Awalnya sungai ada di sisi barat sawah. Sekarang sungai malah menjadi dua. Dan djbagian timur ini alirannya yang lalibg besar kalau terjadi hujan," kata Haris.
"Bukan hanya saya yang menginginkan agar posisi sungai dikembalikan ke asalnya. Tetapi juga banyak warga agar sungai dikembalikan ke awalnya disisi barat. Karena yang sekarang menjadi sungai ini awalnya persawahan," katanya.
Hal ini juga disampaikan Zaini, Kades Pakis, Kecamatan Panti agar sungai itu dikembalikan ke asalnya. Karena sejak terjadi banjir bandang bulan Januari 2022 tahun lalu sungai menjadi dua. Warga meminta agar sungai dikembalikan ke alasnya. Karena kalau masih ada dua sungai warga yang sangat terdampak itu warga yang ada di Desa Pakus, Kecamatan Panti.
Sedangkan sungai yang disisi barat iymtu airnya tidak sebesar air sungai yang ada disisi timur. Warga hanya berharapa agar sungai itu dikembalikan ke semula disisi barat, pungkas Kades Pakis.(jum).
Editor : M. Ainul Budi