Radar Jember - DPC PDI Perjuangan Jember mencoba keluar dari pola lama politik yang elitis.
Melalui focus group discussion (FGD) pra-Konfercab, partai berlambang banteng itu berupaya menegaskan bahwa arah politik harus lahir dari suara rakyat, bukan dari ruang rapat tertutup.
FGD ini berlangsung di Aula Edelweis Hotel Cempaka Jember itu dihadiri jajaran pengurus partai, pengurus anak cabang, anggota DPRD, akademisi, organisasi mahasiswa, hingga perwakilan petani.
FGD ini menjadi wadah bertemunya berbagai unsur masyarakat untuk dilibatkan dalam penyusunan kebijakan partai lima tahun ke depan.
Keterlibatan akademisi dan petani menjadi sorotan tersendiri dalam forum tersebut.
Kehadiran mereka dianggap sebagai langkah konkret PDIP Jember untuk menyusun kebijakan yang berpijak pada kondisi nyata di lapangan, bukan semata hasil pertimbangan politik internal.
Melalui pendekatan ini, partai berharap bisa melahirkan rekomendasi aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sekretaris DPC PDIP Jember Widarto mengatakan bahwa diskusi ini merupakan bagian dari upaya membangun tradisi baru di tubuh partai.
Menurutnya, selama ini banyak kebijakan partai disusun secara internal tanpa melibatkan masyarakat, padahal partai seharusnya tumbuh bersama rakyat.
“Hari ini memang kami memulai tradisi baru, bahwa partai politik tidak boleh berjarak dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPP PDI Perjuangan telah memberikan arahan agar setiap kebijakan dan sikap politik partai disusun dengan melibatkan sebanyak mungkin elemen masyarakat.
Dengan pendekatan partisipatif tersebut, diharapkan keputusan politik yang diambil dapat benar-benar mencerminkan kehendak rakyat.
“Dengan melibatkan semua unsur masyarakat, maka sikap politik kami selaras dengan keinginan rakyat,” katanya.
FGD pra-Konfercab itu juga menjadi momentum konsolidasi internal menjelang agenda konferensi cabang.
Dijadwalkan, Konfercab partai digelar bulan ini.
Selain memperkuat arah politik partai, forum ini membahas strategi komunikasi publik agar pesan partai tersampaikan dengan baik di tingkat akar rumput.
PDIP Jember juga menyoroti pentingnya memperbaiki sistem kaderisasi agar lebih terbuka dan adaptif terhadap perubahan sosial.
Dari hasil diskusi, peserta FGD sepakat merumuskan sejumlah rekomendasi kebijakan yang akan dibawa ke Konfercab mendatang.
Rekomendasi itu mencakup penguatan program ketahanan pangan di desa, peningkatan kapasitas kader di sektor pertanian, dan strategi komunikasi politik yang lebih dekat dengan rakyat. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh