Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Petani Naik Getek Lagi, Jembatan Kayu di Kali Mayang Jember Kembali Raib Diterjang Banjir

Jumai RJ • Selasa, 11 November 2025 | 13:20 WIB

HANCUR LAGI: Jembatan penyeberangan yang biasa dilalui petani sebelum rusak. Sejak Minggu (9/11) jembatan kayu hilang lagi karena Kali Mayang banjir.
HANCUR LAGI: Jembatan penyeberangan yang biasa dilalui petani sebelum rusak. Sejak Minggu (9/11) jembatan kayu hilang lagi karena Kali Mayang banjir.

Radar Jember – Debit air Kali Mayang, di Dusun Krajan, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, sempat meningkat.

Ini terjadi, setelah hujan cukup deras di bagian hulu sejak Jumat (7/11) hingga Minggu (9/11).

Akibatnya, jembatan penyeberangan sepanjang 50 meter yang terbuat dari kayu raib lagi dibawa banjir.

Beberapa hari lalu, jembatan ini aman dan petani bisa melintas dengan nyaman.

Namun, raibnya jembatan membuat banyak petani setempat harus naik getek lagi.

“Banjir seperti sebelumnya. Akhirnya jembatan hanyut,” kata Sulaiman, 56, warga setempat yang merupakan pemilik getek.

Sulaiman menyebut, hujan deras mengakibatkan debit air Kali Mayang banjir dan jembatan raib.

Lantaran tak ada jembatan lagi, dia pun mengoperasikan getek itu lagi untuk membantu petani yang akan menyeberangi sungai.

Sebulan lalu Sulaiman, cukup duduk di pos yang ada di tepi sungai.

Karena getek rakitan itu berada di tengah-tengah jembatan yang terbuat dari kayu.

Kini Sulaiman, mengoperasikan lagi getek rakitannya karena banyak warga yang pergi ke lahan pertanian dan warga yang mencari rumput maupun kayu bakar.

Sulaiman mengaku, jembatan dengan panjang 50 meter dengan lebar 1,2 meter itu putus setelah sungai banjir.

Jembatan hancur karena Sungai Mayang banjir akibat hujan deras di bagian hulu.

Beruntung getek rakitan dipasang pengaman dari rantai dan tali tampar.

“Hanya jembatannya yang ada di sisi kanan kiri getek terbawa banjir dan sebagian masih tersisa karena ada tali tampar,” kata Sulaiman.

Jembatan putus akibat diterjang banjir sudah menjadi langganan setiap kali hujan besar dan debit air naik.

Untuk itu, warga berharap agar ada jembatan yang lebih baik dan saat banjir jembatan tetap aman.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi itu, kemarin, sejak pagi ada warga yang hendak menyeberang sungai dan sudah antre.

Demi keselamatan, Sulaiman menyiapkan pelampung untuk pengguna jasanya.

Apalagi, selain petani dan warga sekitar, getek rakitan milik Sulaiman, kadang dimanfaatkan warga luar desa yang datang bersama keluarganya untuk sekadar naik getek, seperti berwisata di sungai. (jum/c2/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Sungai Banjir #Jember #jembatan hanyut #jembatan penyeberangan #hujan deras