GUMUKMAS, Radar Jember - Salah satu program andalan Pemkab Jember yakni Universal Health Coverage (UHC) terus menjadi perhatian Bupati Jember Muhammad Fawait.
Bahkan dalam setiap kali kesempatan bertemu masyarakat, Gus Fawait, sapaan akrab dia, tidak luput mensosialisasikan langsung layanan berobat gratis bermodal KTP saja ini.
Menurut dia, UHC tidak sekedar program, namun sudah menjadi kebutuhan untuk menanggulangi persoalan kesehatan Jember yang laten sejak beberapa tahun terakhir.
Seperti angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI dan AKB) yang signifikan se-Jatim.
"Kami sudah membayari mahal-mahal anggaran UHC ini, kurang lebih Rp 400 miliar. Satu miliar, itu seribu juta.
Bayangkan coba kalau ini buat beli dawet," tegasnya di hadapan para kader Posyandu, saat Guse Menyapa, di Desa Mayangan, Gumukmas, (3/11).
Sebagaimana diketahui, UHC Prioritas Pemkab Jember yang aktif per 1 April 2025 ini, telah menelan anggaran yang tidak sedikit.
Baca Juga: Fraksi PDIP Soroti Permasalahan UHC di Bondowoso, Pastikan Tak Membebani Warga Miskin
Mencapai Rp 366,8 miliar yang dialokasikan dari APBD Jember 2025.
Dana jumbo itu mengkaver 2.573.123 jiwa dari total 2,61 juta warga Jember, dengan tingkat kepesertaan mencapai 98,37 persen.
Bahkan BPJS Kesehatan menyebut UHC Jember terbesar kedua se-Jatim, setelah Surabaya. Sekaligus menempatkan Jember sebagai salah satu daerah berstatus UHC Prioritas di Indonesia.
Karena itu, tidak hanya mensosialisasi, Gus Fawait juga gencar mengajak seluruh elemen masyarakat memanfaatkan UHC ini.
Bahkan juga mengawasi langsung pelayanan di lapangan melalui kanal aduan Wadul Guse besutannya.
"Eman anggaran ini kalau tidak dipakai semaksimal mungkin oleh masyarakat Jember, ndak boleh lagi ada orang sakit, tidak bisa ke rumah sakit karena kesulitan biaya," pungkas mantan anggota DPRD Jatim itu. (mau/dwi)
Editor : Nur Hariri