Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Air Terjun Antrokan, Surga Tersembunyi di Jember yang Bikin Jatuh Cinta

Redaksi Radar Jember • Jumat, 7 November 2025 | 00:28 WIB
Air Terjun Antrokan (foto: google maps)
Air Terjun Antrokan (foto: google maps)

Radar Jember - Bagi Anda pencinta wisata alam dan petualangan, Air Terjun Antrokan di Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember layak masuk dalam daftar destinasi wajib dikunjungi.

Dengan ketinggian sekitar 54 Meter, air terjun ini menghadirkan panaroma yang begitu indah, lengkap dengan suara air yang menenangkan jiwa.

Surga Bagi Pencinta Alam

Air Terjun Antrokan memang belum sepenuhnya cocok untuk wisata keluarga, tetapi sangat ideal bagi kaum muda dan penjelajah alam yang menyukai tantangan.

Medan menuju lokasi cukup menantang sehingga diperlukan kondisi fisik yang prima. Pengunjung disarankan membawa air minum, obat pribadi, makanan ringan dan alas kaki yang nyaman.

Perjalanan Menuju Surga Tersembunyi di Jember

Dari pusat Kota Jember, perjalanan ke Air Terjun Antrokan berjarak sekitar 35 kilometer atau sekitar 30 menit perjalanan menggunakan sepeda motor.

Anda bisa menuju Desa Manggisan menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Setelah melewati kawasan PTPN XII Gunung Rayap, Desa Kemuning Lor, pengunjung akan menempuh jalan setapak yang melintasi sungai dan perkebunan kopi milik warga.

Rimbunan bambu di sepanjang jalur menambah kesan alami dan menantang.

Tiket Murah dan Suasana Asri

Menariknya, tiket masuk ke Air Terjun Antrokan hanya Rp 5.000 per orang sudah termasuk biaya parkir. Area parkir dikelola sendiri oleh warga sekitar yang juga menyediakan warung kecil dan tempat istirahat bagi pengunjung.

Bagi Anda yang menyukai wisata alam murah, menantang, dan penuh keindahan, Air Terjun Antrokan di Desa Manggisan menjadi solusi di saat penat.

Penulis: Najwa Sabina

Editor : Nur Hariri
#air terjun #Wisata