JENGGAWAH, Radar Jember – Suasana duka di Dusun Kertonegoro Selatan, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, berubah jadi kepanikan, Selasa (4/11) malam.
Warga digemparkan oleh kabar seorang wanita bernama Susianti yang tewas mengenaskan di tangan anak kandungnya sendiri, Imam.
Warga setempat, Mega menceritakan, sehari sebelum kejadian, Imam sempat pergi meninggalkan rumah tanpa kabar. Padahal keluarganya sedang sibuk menggelar tahlilan hari kelima untuk kakeknya yang baru meninggal.
“imam iku metu, ngilang ket wingi. terus balik sektas, jaluk mangan, (Imam keluar dari kemarin, pulangnya barusan untuk minta makan, Red), " Tutur mega dalam bahasa jawa.
Malam itu Imam datang dalam keadaan tak stabil. Warga menduga dia di bawah pengaruh pil koplo.
Sesampainya di rumah, Imam meminta makan pada ibunya. Susianti sempat menasihati anaknya agar tidak sering keluar rumah, apalagi keluarga masih berduka.
Teguran itu justru membuat Imam naik pitam. Dalam kondisi kalap, dia memukul kepala ibunya dengan tangan kosong.
Tak berhenti di situ, Imam mengambil alat tambal ban dari besi dan menghantamkannya ke kepala Susianti hingga bersimbah darah.
“Dijotosi disek, terus dipentung nganggo alat tambal ban. Pancen wes keganggu pikirane gara-gara pil iku,” lanjut mega.
Teriakan minta tolong membuat warga berhamburan keluar rumah. Namun sebagian besar yang ada di sekitar lokasi adalah ibu-ibu yang tenagh rewang di tahlilan.
namun beberapa waktu berselang seorang warga pria akhirnya nekat mendekat dari belakang dan memukul Imam hingga tersungkur, lalu mengikatnya. Sayang, nyawa Susianti sudah tak tertolong akibat luka parah di kepala.
Dari keterangan warga, Imam disebut mengalami stresdan depresi. Namun bukannya mendapat penanganan medis, Imam justru diduga mengonsumsi pil koplo yang mudah didapat di sekitar wilayah itu.
Warga menduga bangunan gedhek atau anyaman bambu yang berada di belakang Indomaret Kertonegoro merupakan tempat transaksi barang haram tersbut.
“Dek kono ono bangunan gedhek, rame nom-noman tuku pil terang-terangan,” imbuh Mega.
Warga berharap kasus ini tak berhenti pada penangkapan pelaku saja, tetapi juga menjadi pintu masuk aparat untuk mengusut peredaran pil koplo yang disebut marak.
“Kalau memang ada yang jual, harus ditindak. Karena sudah banyak anak muda di sini yang rusak gara-gara itu,” pungkas Mega.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu 7.500 Kasus ISPA di Jember, Ribuan Balita Jadi Korban, begini kondisi Dinkes Jember
Sementara itu Kapolsek Jenggawawa, AKP Eko basuki Teguh menyampaikan, pihaknya langsung menuju TKP saat mendapat laporan, namun tiba di TKP setelah korban tidak bernyawa.
Kemudian pihaknya melakukan olah TKP bersama tim Inafis Polres Jember dan telah mengamankan barang bukti berupa alat tambal ban yang digunakan untuk penganiayaan. "Pelaku saat ini sudah kami amankan untuk selanjutnya kami laksanakan pemeriksaan yang lebih anjut," tuturnya.(yul)
Editor : M. Ainul Budi