KALIWATES, Radar Jember - Kepastian dan keberlangsungan usaha mikro di Jember kini mendapat perhatian lebih.
BPJS Ketenagakerjaan cabang Jember turut andil dalam kegiatan Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra (Kumitra) yang digelar Kementerian Koperasi dan UMKM RI, di Balai Serbaguna, Senin (3/11).
Melalui partisipasinya, BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan risiko sosial bagi pelaku UMKM yang selama ini rentan terhadap kecelakaan kerja maupun risiko meninggal dunia.
Dukungan ini diharapkan dapat menciptakan rasa aman dan kepastian bagi pelaku usaha mikro dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jember Dadang Komarudin menuturkan, pihaknya membuka booth layanan konsultasi dan pendaftaran langsung di lokasi acara. Tak hanya itu, peserta UMKM juga bisa menikmati promo khusus hasil kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dengan Tokopedia.
“Peserta yang mendaftar di acara ini mendapat potongan iuran 99 persen. Dari iuran normal Rp 16.800, cukup membayar Rp 168 saja untuk perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian,” terang Dadang.
Ia menambahkan, program jaminan kecelakaan kerja melindungi peserta dari risiko yang terjadi saat melakukan aktivitas usaha. Dia mencontohkan, ketika terjadi kecelakaan saat pelaku UMKM berbelanja di pasar untuk kebutuhan produksi, maka hal itu akan ditanggung.
“BPJS akan mengaver semua aktivitas kerja, kalau terjadi risiko, otomatis dilindungi BPJS,” imbuhnya.
Selain itu, ada pula jaminan kematian. Program ini memberi perlindungan ketika peserta UMKM meninggal dunia.
“Ahli waris akan menerima santunan sebesar Rp 42 juta. Jadi tidak hanya melindungi pekerjanya, tapi juga memberi kepastian bagi keluarganya,” ujar Dadang.
Booth BPJS Ketenagakerjaan di acara Kumitra juga menjadi pusat informasi bagi peserta. Banyak pelaku usaha yang datang untuk berkonsultasi soal kepesertaan. Termasuk perusahaan yang ingin mendaftarkan karyawannya.
“Kami juga melakukan penyerahan simbolis kartu kepesertaan di sana,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza menegaskan, program Kumitra yang turut didukung BPJS Ketenagakerjaan, dapat menjadi wadah strategis untuk memperkuat rantai pasok usaha mikro, khususnya di sektor pangan.
“Program ini menyatukan usaha besar yang memiliki teknologi dan jaringan distribusi dengan UMKM yang punya potensi lokal dan inovasi. Kolaborasi seperti ini akan saling menguntungkan dan mendorong ekonomi daerah lebih tangguh,” pungkasnya. (yul/c2/dwi)
Editor : M. Ainul Budi