SUKORAMBI, radarjember - Sebulan pasca ambruknya ruang kelas MI Terpadu Ar Rohman dan teras ruang kelas RA Ar Rojaul Hayat, di Dusun Curahdami, Desa/Kecamatan Sukorambi, Jember ambruk pada Rabu (1/10) lalu belum ada perhatian dari Pemerintah.
Siswa RA Ar Rojaul Hayat yang ikut terdampak ambruknya ruang kelas 1 MI Terpadu Ar Rohman 13 siswa RA terpaksa siswa mengikuti pembelajaran menumpang di ruang kelas MI.
Karena kalau dipaksa mengikuti KBM dikelas takut ada sisa reruntuhan yang menimpa siswa sehingga mengikuti kbm di ruang MI, kata Halimatus Sa'diyah guru RA Ar Rojaul Hayat.
Ia berharap agar kerusakan teras akibat dampak dari ambruknya MI itu ada perhatian dari dinas terkait yakni Kemenag Jember.
"Hingga sebulan ambruk belum ada perhatian dari Pemerintah maupun dari Kemenag Jember. Ruang kelas dan teras MI Terpadu Ar Rohman yang ambruk itu dampak dari gempa pada Rabu (30/9) lalu. Ambruknya ruang kelas itu juga berdampak pada siswa RA Ar Rojaul Hayat yang bangunannya bersebelahan, pungkasnya.
Nur Fadli Kepala Sekolah MI Terpadu Ar Rohman mengatakan, sehari pasca ambruknya teras dan ruang kelas yang ambruk langsung melaporkan ke Camat dan kekantor Kemenag.
Karena RA dan MI ini dibawah naungan kantor Kementrian Agama (Kemenag) Jember.
Namun hingga sebulan ini masih belum ada perhatian dari Kemenag.
Sementara siswa dari dua kelas itu mengikuti KBM dengan menumpang.
Kelas 1 MI KBM di musola sementara 13 siswa RA Ar Rojaul Hayat KBm numpang dikelas MI, kata Fadli.
Fadli berharap dari pihak pemerintah hususnya Kemenag Jember untuk bisa memperhatikan.
Karena RA dan MI ini dibawah naungan Kantor Kemenag.
"Saya juga mengajukan permohonan bantuan untuk rehap. Proposal juga dikirim ke Pemkab melalui Dinas Pendidikan (Diknas) Jember.(jum).
Editor : M. Ainul Budi