Radar Jember - Olahraga panahan tidak semudah kelihatannya. Dibutuhkan fisik yang prima, konsentrasi tinggi, hingga mood yang bagus agar bisa mengenai sasaran yang dituju.
Itulah yang diungkap atlet panahan kebanggaan Jember Naela Ramadhan Karisma Ruvi.
Bagi remaja yang tinggal Sumbersari itu, tanpa mood yang bagus, nyaris mustahil sebuah busur bisa tepat sasaran.
Dia menceritakan alasannya, dalam pertandingan panahan profesional, para atlet harus benar-benar fokus.
Mata dan hati harus menyatu dengan busur.
Untuk itu, dibutuhkan ketenangan dan konsentrasi tinggi untuk mengarahkan busur pada target.
Mood yang buruk bisa mengacaukan konsentrasi, sehingga sulit untuk menerapkan teknik dalam memanah.
“Kalau mood nya rusak, busurnya juga ikutan gak mood. Pasti ada yang gak tepat nanti tekniknya,” katanya.
Naela melanjutkan, menurutnya panahan bisa dibilang salah satu olahraga yang paling membosankan.
Sebab, dalam panahan lawan yang dihadapi bukanlah orang lain, melainkan diri sendiri.
Selain itu olahraga ini terkesan begitu-begitu saja, yaitu memanah sasaran lalu mengambil busur.
Hal yang sama kemudian diulang ulang lagi. Kendati demikian ada satu hal yang begitu menantang dalam panahan, yakni ketika menghadapi kompetisi.
Umumnya dalam kompetisi antar daerah, Atlet Jember termasuk Naela akan bertemu dengan lawan-lawan yang sebelumnya telah mereka hadapi di kompetisi lain.
Kompetisi tersebut kemudian bukan sekedar ajang mengejar juara, tapi juga menjadi ajang membuktikan hasil latihan yang telah dilakukan.
“Challenge nya di situ, misalnya dulu sudah pernah kalah dari dia, apakah kalau ketemu akan kalah lagi? Jadi itu salah satu yang bikin terus tertantang,” katannya.
Selain itu olahraga ini juga mengasah konsistensi para atletnya.
Menurut Naela, rutinitas yang dilakukan terus menerus dan berulang kali merupakan hal yang tak semua orang bisa melakukannya.
Naela bercerita, dia telah menggeluti olahraga ini sejak kelas 5 SD, kala itu dia memiliki banyak teman berlatih, namun seiring waktu banyak yang kemudian berhenti.
“Harus konsisten, tiap hari harus Plank, tiap minggu harus lari pagi minimal 3 kali, pasti semua atlet harus bisa konsisten,” pungkasnya.
Kini Naela terdaftar sebagai mahasiswa Politeknik Negeri Jember pada jurusan bahasa Inggris, selain panahan dirinya mengaku menaruh minat yang besar terhadap bahasa inggris. (yul/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh