SUMBEREJO, Radar Jember - Hari kelima hilangnya pemancing bernama Samoyan, 55, warga Payangan Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu yang hilang pada Minggu (26/10) ditemukan meninggal pada Kamis (30/10) siang.
Sejak korban hinyatakan hilang pada Minggu (26/10) terus dilakukan pencarian hingga hari kelima.
Pada Kamis (30/10) siang ada info kalau ada penemuan mayat di parairan pantai Bali ada mayat terdampar.
Selanjutnya prnemuan mayat itu diinformasikan ke keluarga yang ada di Payangan Watu Ulo, Ambulu.
Setelah dicek dan sesuai dengan ciri pada tubuh korban ternyata bahwa jasad itu adalah Samoyan, 55, yang hilang saat mancing, kata Abdur Rohman, 30 anak ponak an korban.
"Yang membuat keluarga korban percaya kalau kornan itu pak Samoyan, setelah pihak RS mrlihat ciri-ciri pada tubuh korban. Diantara sabuk dari sorban, kaos dan celana pendek yang dipakek korban sehari harinya. Selain itu pada gigi adalah gigi pasangan," kata Abduh panggilan sehari-hari Abdur Rohman.
Jasad yang ditemukan dipantai Bali itu selanjutnya dibawa ke RS Sanglah Bali. Jasad korban bari keluar dari Rumah Sakit pada Kamis (30/10) pukul 19.20 menit dan tiba dirumah duka Jumat (31/10) pukul 03.00 wib.
"Proses kepulangan korban kerumah duka di Payangan, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu tiba pada Jumat (31/10) 03.00 wib," kata anak korban.
Informasi dilapangan, korban Samoyan, selain sebagai nelayan dia juga sebagai guru ngaji di musola setempat. Orangnya sabar dan santrinya banyak.
Setiap solat berjamaah dimusola itu juga sebagai imamnya, kata Muksin, 40 warga setempat.
Sebelum jasad korban tiba dirumah duka, warga sudah menunggu sejak pukul 23.00. Ternyata warga menunggu hingga jasad korban pada Jumat (31/10) pukul 03.00 wib.
Warga selain menunggu dirumah duka juga menunggu di tempat pemakaman umum setempat.
Muksin, 40 warga sekitar mengaku kalau korban ini sangat sabar orangnya.
"Kedatangan korban dari Bali kerumah duka disambut isak tangis keluarga dan kerabat. Karena korban ini orangnya sabar," pungkasnya.(jum).
Editor : M. Ainul Budi