Radar Jember - Pantai Pancer Puger, yang terletak sekitar 41,6 kilometer dari pusat Kota Jember, menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari pantai-pantai lainnya.
Meski jaraknya cukup jauh, sekitar 1 jam 14 menit perjalanan, pantai ini selalu berhasil menarik pengunjung yang ingin menikmati suasana pantai yang khas dan penuh kejutan.
Dengan air laut berwarna biru yang jernih dan pasir hitam yang eksotis, Pantai Pancer menawarkan pemandangan alam yang memukau.
Ombak besar yang menghantam bibir pantai juga menambah kesan dramatis, cocok untuk kamu yang suka suasana laut yang lebih hidup dan berenergi.
Pengunjung juga dapat melihat aktivitas nelayan yang melaut, dengan perahu-perahu mereka yang keluar masuk pantai di bagian muara.
Menyaksikan para nelayan beraktivitas memberikan nuansa khas dan autentik yang jarang ditemukan di tempat wisata lainnya.
Selain keindahan alamnya, Pantai Pancer juga menawarkan berbagai aktivitas yang tak boleh dilewatkan.
Salah satunya adalah mencicipi ikan bakar segar yang tersedia di warung-warung sekitar pantai.
Ditambah dengan kelapa muda yang menyegarkan, makan di sini jadi pengalaman kuliner yang wajib dicoba.
Pantai Pancer punya daya tarik paling unik, setiap tanggal 15 Muharam, diadakan upacara adat Petik Laut dan larung sesaji yang menjadi tradisi masyarakat setempat.
Upacara ini menjadi salah satu atraksi menarik yang menarik perhatian wisatawan dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal.
Tak kalah menarik, Pantai Pancer juga menjadi tempat bertelurnya penyu, meski jumlahnya tak sebanyak pantai-pantai lain.
Jika beruntung, kamu bisa menyaksikan penyu-penyu yang sedang bertelur atau bahkan melihat anak-anak penyu yang baru menetas, menambah kesan magis dan alami dari pantai ini.
Dengan segala keunikan dan pesonanya, Pantai Pancer menjadi tempat yang pas untuk menikmati keindahan alam, mencicipi kuliner lokal, serta merasakan suasana budaya yang kental.
Jadi, kalau kamu sedang mencari tempat wisata dengan suasana yang berbeda, jangan ragu untuk mampir ke Pantai Pancer Puger!
Penulis: Aqna Dwi Kharisma
Editor : Imron Hidayatullahh