Radar Jember - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember bergerak cepat menindaklanjuti wadulan masyarakat terkait tumpukan sampah di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger.
Aduan itu sebelumnya disampaikan warga melalui wadul Gus’e, sistem pengaduan digital yang digagas Bupati Fawait untuk memudahkan masyarakat melapor secara cepat dan transparan.
Laporan yang disertai foto kondisi TPI Puger tersebut langsung mendapat respons. DLH Jember bersama UPT TPI Provinsi Jawa Timur turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan.
“Kami datang bukan cuma untuk angkat sampah, tapi untuk mengetuk hati masyarakat,” ujar salah satu petugas DLH.
Dari pantauan di lapangan, tim kebersihan menyisir area pelelangan, jalur keluar masuk perahu, hingga titik-titik yang dipenuhi limbah plastik dan sisa ikan.
Kondisi TPI Puger memang sudah lama dikeluhkan warga. Minimnya kesadaran sebagian masyarakat membuat sampah menumpuk dan mencemari air laut.
Seorang nelayan yang ikut dalam aksi bersih-bersih mengaku prihatin dengan situasi tersebut.
“Kalau bukan kita yang jaga lingkungan, siapa lagi? Sampah bukan cuma mengotori, tapi mencemari rezeki nelayan,” ucapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember menegaskan bahwa upaya ini tidak berhenti pada pembersihan semata.
“Sampah plastik yang tidak terkelola bisa berakhir di laut dan membahayakan ekosistem. Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat,” ujarnya.
DLH Jember juga menyiapkan langkah lanjutan berupa sosialisasi dan edukasi langsung kepada masyarakat serta pelaku usaha di sekitar TPI.
Materi sosialisasi akan difokuskan pada dampak sampah terhadap lingkungan laut, kesehatan, dan ekonomi pesisir.
Melalui sistem wadul Gus’e, pemerintah daerah berharap masyarakat semakin aktif melaporkan persoalan lingkungan di sekitarnya.
Aksi cepat di TPI Puger menjadi bukti bahwa laporan warga bisa menjadi awal perubahan, bukan sekadar keluhan yang berhenti di dunia maya.
Penulis: Muh Slamet Hariyadi
Editor : Nur Hariri